• Jumat, 9 Oktober 2026

SKK Migas Ungkap Kondisi Karhutla 3 September 2026, 67 KKKS Berstatus Aman

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 5 September 2026 | 12:49 WIB
SKK Migas Ungkap Kondisi Karhutla 3 September 2026, 67 KKKS Berstatus Aman
SKK Migas Ungkap Kondisi Karhutla 3 September 2026, 67 KKKS Berstatus Aman

Sementara di wilayah Jabanusa, Pertamina EP Zona 11 Cepu-ADK Field juga tercatat berstatus siaga.

Laporan menyebut terdapat empat titik api di sejumlah lokasi, yakni SPU Ledok, SPU Nglobo, SP 3 Semanggi, dan CPP Gundih, dengan jarak sekitar 1,81 hingga 8,35 kilometer dari fasilitas terkait.

Seluruh titik api tersebut telah berhasil ditangani.

SKK Migas mencatat kondisi karhutla di wilayah operasi hulu migas terus mengalami perubahan dari hari ke hari.

Pada 2 September 2026, misalnya, tercatat 71 persen KKKS berada dalam kondisi aman, 14 persen berstatus waspada, 10 persen berstatus siaga, dan 1 persen berada dalam status tanggap darurat.

Sehari kemudian, komposisi tersebut berubah menjadi 72 persen aman, 18 persen waspada, 9 persen siaga, dan 1 persen tanggap darurat.

Perubahan tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan secara berkelanjutan terhadap perkembangan titik api di sekitar wilayah operasi hulu migas.

Selain keberadaan titik api, kualitas udara di sejumlah wilayah operasi juga menjadi perhatian.

Di area operasi PHR Zona Rokan, misalnya, kualitas udara dilaporkan bervariasi dan fluktuatif. Sebagian area bahkan berada dalam kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar titik api telah berhasil ditangani, kewaspadaan tetap diperlukan.

Terlebih, sejumlah wilayah operasi memiliki potensi kebakaran berulang dan berada berdekatan dengan fasilitas produksi migas.

SKK Migas bersama KKKS terus melakukan pemantauan serta penanganan terhadap titik api yang berada di sekitar wilayah operasi.

Upaya tersebut menjadi penting untuk memastikan keselamatan fasilitas produksi sekaligus mencegah dampak karhutla meluas ke wilayah masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Dengan masih terdapatnya KKKS berstatus siaga dan satu KKKS dalam kondisi tanggap darurat, pengendalian karhutla di wilayah hulu migas hingga 3 September 2026 masih membutuhkan pemantauan dan penanganan secara berkelanjutan.

SKK Migas memastikan perkembangan kondisi di wilayah operasi terus menjadi bagian dari agenda pemantauan untuk menjaga aspek keselamatan, kesehatan kerja, lingkungan, serta keberlangsungan kegiatan hulu migas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X