• Sabtu, 10 Oktober 2026

431 Santri Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo Dirawat Diduga Keracunan MBG

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 2 September 2026 | 07:40 WIB
431 Santri Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo Dirawat Diduga Keracunan MBG
431 Santri Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo Dirawat Diduga Keracunan MBG

SIDOARJO, MAHATVA.ID – Sebanyak 431 santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dievakuasi dan menjalani perawatan medis usai diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Insiden dugaan keracunan MBG tersebut terjadi setelah para santri dan santriwati mengonsumsi makanan yang disalurkan pada Selasa, 1 September 2026.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, menu MBG yang disantap para santri terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis dan baby corn, serta buah apel.

Setelah menyantap makanan tersebut, sejumlah santri mulai mengeluhkan berbagai gejala pada malam hari. Mereka mengalami pusing, mual hingga lemas, terutama setelah memasuki waktu magrib.

Mayoritas santri dan santriwati yang mengalami keluhan kemudian dievakuasi dan dirujuk ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manba'ul Hikam Tanggulangin, KH Abdul Wachid Harun, menyebut jumlah santri yang telah dievakuasi ke rumah sakit mencapai 431 orang.

“Hari ini yang dievakuasi ke rumah sakit 431. Ya kondisi kekuatan fisik masing-masing santri beda-beda,” ujar Abdul Wachid, Rabu (2/9/2026).

Jumlah keseluruhan santri dan santriwati jenjang SMP hingga SMA di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam mencapai sekitar 1.000 orang. Seluruh santri diketahui mengonsumsi makanan dari program MBG pada hari kejadian.

Abdul Wachid membantah informasi yang menyebut menu Makan Bergizi Gratis yang dikonsumsi para santri diolah oleh dapur pondok pesantren.

Menurutnya, makanan tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.

“Soal SPPG bukan ditangani pesantren, tapi dari beliau, dari Kalitengah. Dan kami hanya menerima manfaat saja. Tidak benar kalau SPPG itu ada di pondok, tidak benar ya,” katanya.

SPPG Kalitengah Tanggulangin yang menjadi pemasok makanan MBG tersebut saat ini dilaporkan telah ditangguhkan sementara atau di-suspend.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo juga telah membuka posko penanganan medis di area Pondok Pesantren Manba'ul Hikam untuk memantau perkembangan kondisi para santri dan santriwati yang terdampak.

Pihak pondok pesantren bersama para pengurus turut melakukan pendampingan terhadap para santri yang menjalani perawatan, baik rawat inap maupun rawat jalan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X