• Sabtu, 10 Oktober 2026

Viral Oknum Wartawan Diduga Intimidasi Kepsek SD di Sukabumi, Dedi Mulyadi Turun Tangan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 1 September 2026 | 10:42 WIB
Viral Oknum Wartawan Diduga Intimidasi Kepsek SD di Sukabumi, Dedi Mulyadi Turun Tangan
Viral Oknum Wartawan Diduga Intimidasi Kepsek SD di Sukabumi, Dedi Mulyadi Turun Tangan

SUKABUMI, MAHATVA.ID – Video yang memperlihatkan seorang oknum wartawan diduga melakukan intimidasi terhadap kepala sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, viral di media sosial.

Dalam video tersebut, pria yang disebut sebagai oknum wartawan terlihat berteriak-teriak di lingkungan sekolah. Peristiwa itu kemudian mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dedi menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan prinsip dan etika yang semestinya dijunjung oleh seorang jurnalis.

“Saya melihat sebuah tayangan yang dilakukan oleh oknum wartawan di Sukabumi berteriak-teriak mencak-mencak di sekolah dasar,” ujar Dedi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Selasa (1/9/2026).

Menurut Dedi, dirinya belum mengetahui secara pasti persoalan yang menjadi latar belakang kejadian tersebut. Namun, ia menilai tindakan berteriak dan melakukan intimidasi di lingkungan sekolah tidak semestinya terjadi, terlebih ketika terdapat anak-anak yang sedang menjalankan aktivitas pendidikan.

“Saya tidak tahu inti masalahnya apa, tetapi tindakan-tindakan tersebut tidak mencerminkan prinsip-prinsip yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis,” tegasnya.

Dedi menilai lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik, guru, serta seluruh warga sekolah.

Karena itu, setiap persoalan yang berkaitan dengan sekolah semestinya diselesaikan melalui mekanisme yang tepat tanpa mengedepankan tindakan yang berpotensi menimbulkan tekanan maupun ketakutan.

Meski persoalan tersebut secara kewenangan berada di Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Dedi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan turut menindaklanjuti kejadian tersebut.

Pemprov Jabar akan meminta tim hukum untuk mendatangi lokasi, melakukan investigasi, sekaligus memberikan advokasi terhadap pihak sekolah.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini akan meminta tim hukum untuk segera datang ke lokasi, menginvestigasi dan kemudian melakukan advokasi,” katanya.

Tim hukum tersebut juga akan memberikan pendampingan agar persoalan yang terjadi dapat ditangani sesuai ketentuan serta mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa lembaga pendidikan harus dijaga kredibilitasnya dan terbebas dari tindakan intimidatif.

Menurutnya, perlindungan terhadap lingkungan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X