BOGOR, MAHATVA.ID – Setelah melalui penantian panjang, Penganugerahan Festival Film Kabupaten Bogor (FFKB) 2026 akhirnya dipastikan berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, di Auditorium Setda Kabupaten Bogor.
Kepastian pelaksanaan tersebut disampaikan panitia setelah rangkaian Festival Film Kabupaten Bogor sebelumnya sempat mengalami penundaan akibat persoalan dukungan pendanaan. Menurut panitia, dana Pokok Pikiran (Pokir) milik Egi Gunadi Wibhawa yang sebelumnya diperuntukkan bagi pelaksanaan FFKB dicabut dan dialihkan untuk kegiatan lain.
“Panitia sempat kebingungan karena dana utama tiba-tiba dicabut. Padahal rangkaian festival sudah berjalan dan para sineas di setiap kecamatan Kabupaten Bogor sudah memproduksi film,” ujar perwakilan panitia.
Meski menghadapi kendala, panitia memilih tidak menghentikan rangkaian kegiatan. Dukungan kemudian dihimpun dari berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan perfilman dan kreativitas anak muda di Kabupaten Bogor.
Dapat Dukungan dari Insan Film Indonesia
Sejumlah insan dan komunitas perfilman turut memberikan dukungan terhadap keberlanjutan FFKB 2026.
Dukungan tersebut antara lain datang dari Komunitas Cinta Film Indonesia (KCFI) yang turut mengawal aspirasi penyelenggaraan festival hingga ke Kementerian Kebudayaan RI.
Dukungan juga datang dari filmlokal.id yang akan menayangkan film-film karya peserta FFKB. Kehadiran platform tersebut diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan penonton sekaligus memberikan ruang apresiasi bagi karya sineas lokal.
Selain itu, dukungan diberikan oleh Neno Warisman yang menjadi salah satu dewan juri FFKB, serta sejumlah profesional perfilman yang telah terlibat sejak penyelenggaraan FFKB pertama pada 2025.
Mereka di antaranya Tabah Penemuan selaku aktor Indonesia dan dewan juri sejak FFKB 2025, Roni Mepet selaku sutradara Indonesia, Dadang Ridwan selaku editor senior, serta Budi Sumarno, Ketua KCFI dan dewan juri FFKB 2026.
“Berkat support dari berbagai pihak, akhirnya Kementerian Kebudayaan RI memberikan respons dan kepastian. Ini bukti bahwa semangat sineas Kabupaten Bogor didukung oleh ekosistem film nasional,” lanjut panitia.
Sineas Kabupaten Bogor Tetap Produktif
Panitia memberikan apresiasi kepada para sineas Kabupaten Bogor yang tetap mempertahankan produktivitas meskipun pelaksanaan penganugerahan sempat tertunda.
Produksi film dari berbagai kecamatan tetap berjalan. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan komitmen para sineas lokal dalam mengembangkan ekosistem perfilman di Kabupaten Bogor.
FFKB sendiri menjadi ruang bagi masyarakat dan sineas daerah untuk mengangkat berbagai cerita, potensi, budaya, serta kehidupan masyarakat Kabupaten Bogor melalui karya film.
Panitia berharap konsistensi tersebut dapat memperkuat cita-cita menjadikan Kabupaten Bogor sebagai Kota Film sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak talenta perfilman dari tingkat kecamatan.