• Minggu, 11 Oktober 2026

Pemkab Bogor Perkuat Gerakan Hidup Sehat, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Tekan Penyakit Tidak Menular

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:53 WIB
Pemkab Bogor Perkuat Gerakan Hidup Sehat, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Tekan Penyakit Tidak Menular
Pemkab Bogor Perkuat Gerakan Hidup Sehat, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Tekan Penyakit Tidak Menular

BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat gerakan pembudayaan hidup sehat dengan melibatkan berbagai sektor. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus meningkatkan derajat kesehatan warga Kabupaten Bogor.

Penguatan pembudayaan hidup sehat tersebut dilakukan melalui sinergi pemerintah, fasilitas kesehatan, dunia usaha, sekolah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan. Upaya tersebut menjadi semakin penting di tengah meningkatnya tantangan penyakit tidak menular (PTM).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Irman Gapur, mengatakan penyakit seperti diabetes dan hipertensi perlu mendapat perhatian serius karena sebagian besar dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat.

“Sebagian besar penyakit tidak menular sebenarnya dapat dicegah. Karena itu, peningkatan derajat kesehatan masyarakat bukan hanya mengenai akses terhadap pelayanan kesehatan, tetapi juga perubahan perilaku,” ungkap Irman, Rabu (26/8/2026).

Irman menegaskan, membangun perilaku hidup sehat tidak dapat dibebankan hanya kepada masing-masing individu. Dibutuhkan gerakan bersama agar perilaku sehat dapat berkembang menjadi norma dan budaya dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kondisi geografis Kabupaten Bogor yang luas serta jumlah penduduk yang besar menjadi tantangan tersendiri dalam membangun budaya hidup sehat secara merata.

Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk memastikan edukasi dan pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.

Kabupaten Bogor juga memiliki sekitar 5.000 posyandu yang menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung pelayanan sekaligus edukasi kesehatan di tingkat masyarakat.

Namun, Irman mengakui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masih membutuhkan penguatan.

“Kami berharap masyarakat dapat menerapkan perilaku hidup sehat secara maksimal. Berbagai upaya terus kami lakukan. Walaupun belum semuanya tercapai, kami terus bekerja keras dan membuka ruang sinergi serta kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Untuk mempercepat pembudayaan hidup sehat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor juga mendorong penguatan advokasi dan koordinasi, termasuk melalui manajemen tempat kerja serta keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.

Selain itu, penguatan koordinasi diperlukan agar berbagai program kesehatan yang telah berjalan dapat dipantau dan dievaluasi secara lebih efektif.

Dengan demikian, pembudayaan hidup sehat tidak hanya berlangsung melalui fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga hadir di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan ruang sosial masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X