• Minggu, 11 Oktober 2026

Prabowo Dorong Pemulihan NTT Jadi Momentum Bangun Ekonomi dan Konektivitas

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:17 WIB
Prabowo Dorong Pemulihan NTT Jadi Momentum Bangun Ekonomi dan Konektivitas
Prabowo Dorong Pemulihan NTT Jadi Momentum Bangun Ekonomi dan Konektivitas

MAHATVA.ID -Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah tidak berhenti pada penanganan darurat pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Masa pemulihan harus diarahkan menjadi momentum membangun kembali daerah dengan visi yang lebih besar, produktif, mandiri, dan berpihak kepada rakyat.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana pascagempa NTT di Lapangan Bedikari, Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Dalam pengarahan itu, ia meminta gubernur, bupati, serta jajaran TNI-Polri berani mengambil langkah konkret untuk mempercepat pemulihan sekaligus mengembangkan potensi daerah.

Pemulihan Harus Membuka Potensi Ekonomi

Prabowo menilai wilayah Indonesia Timur memiliki kekayaan alam dan potensi ekonomi yang besar. Ia mencontohkan cendana yang sejak lama dikenal sebagai komoditas bernilai tinggi dan memiliki reputasi hingga tingkat dunia.

Karena itu, para pemimpin daerah didorong tidak berpikir dalam skala kecil. Lahan yang selama ini belum produktif, menurut Prabowo, perlu diarahkan menjadi lahan produktif untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Ia menilai keberhasilan suatu daerah sangat bergantung pada keberanian pemimpinnya untuk belajar, berpikir, mengambil keputusan, dan bertindak.

Prabowo juga memberikan apresiasi kepada pemimpin daerah yang memiliki tekad menjadikan wilayahnya sebagai lumbung pangan sekaligus provinsi hijau.

Penghargaan untuk Aparatur dan Masyarakat

Dalam rapat tersebut, Prabowo turut menyoroti pentingnya penghargaan terhadap aparatur dan masyarakat yang bekerja di lapangan selama penanganan bencana.

Ia meminta setiap kontribusi dan pengorbanan mereka dicatat serta diberikan penghargaan secara nyata. Menurutnya, kerja keras dalam situasi sulit tidak cukup hanya dibalas dengan ucapan terima kasih.

Prabowo juga mengingatkan para pemimpin agar turun langsung melihat persoalan warga dan memastikan setiap kunjungan menghasilkan tindakan konkret.

“Dalam keadaan sulit, pemimpin harus berpihak kepada rakyat,” demikian garis besar pesan Prabowo dalam pengarahan tersebut.

Menurut dia, ukuran keberhasilan penanganan bencana bukan banyaknya kunjungan ataupun pernyataan yang disampaikan, melainkan seberapa cepat kebutuhan masyarakat dipenuhi dan persoalan mereka diselesaikan.

Sekolah, Kapal Angkut, dan Kendaraan Operasional

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X