• Minggu, 11 Oktober 2026

Lapas Cibinong Luncurkan CircuPAS, Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:23 WIB
Lapas Cibinong Luncurkan CircuPAS, Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Lapas Cibinong Luncurkan CircuPAS, Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

BOGOR, MAHATVA.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong meluncurkan inovasi CircuPAS (Circular Pemasyarakatan) di Lapangan Tenis Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (21/8/2026). Inovasi tersebut menjadi langkah Lapas Cibinong dalam menerapkan konsep ekonomi sirkular sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian Warga Binaan.

Peluncuran CircuPAS dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Plt. Kepala BPSDM Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Staf Ahli Bidang Reformasi dan Birokrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Komandan Lanud Atang Sendjaja, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat Yudi Suseno, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, serta jajaran Kepala UPT Pemasyarakatan wilayah Bogor Raya, Bekasi, dan Tangerang.

CircuPAS merupakan inovasi pengelolaan sumber daya di Lapas Cibinong dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah, khususnya sampah organik, menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Pengelolaan tersebut melibatkan Warga Binaan sebagai bagian dari proses pembinaan kemandirian. Dengan demikian, pengelolaan limbah tidak hanya diarahkan untuk menjaga lingkungan, tetapi juga menjadi sarana memberikan keterampilan produktif yang dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat.

Kalapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, mengatakan CircuPAS merupakan gagasan yang dikembangkan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Angkatan X Tahun 2026.

Menurut Wisnu, konsep ekonomi sirkular memungkinkan lingkungan Pemasyarakatan menjadi ruang untuk menciptakan nilai baru dari sumber daya yang sebelumnya dianggap sebagai limbah.

“CircuPAS kami hadirkan sebagai bentuk nyata bagaimana lingkungan Pemasyarakatan dapat menjadi ruang untuk berinovasi dan menciptakan nilai dari sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai limbah. Kami ingin pengelolaan sumber daya ini tidak berhenti pada persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat dalam pembinaan kemandirian Warga Binaan dan menghasilkan nilai ekonomi,” ujar Wisnu.

Ia menjelaskan, pengembangan CircuPAS diarahkan untuk memberikan manfaat berkelanjutan dari berbagai aspek, mulai dari lingkungan, pembinaan Warga Binaan hingga peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Konsep tersebut sekaligus memperkuat upaya Lapas Cibinong dalam mengembangkan program pembinaan yang produktif dan berbasis potensi lingkungan di dalam lapas.

Selain meluncurkan CircuPAS, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peresmian sejumlah fasilitas baru di Lapas Cibinong.

Fasilitas yang diresmikan meliputi Peternakan Kambing Perah, Cibiku Cafe and Bakery, Gereja Oikumene Terang Dunia, serta Lapangan Tenis Indoor.

Pengembangan berbagai fasilitas tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung pelaksanaan pembinaan Warga Binaan dalam berbagai aspek, baik kemandirian, kepribadian maupun olahraga.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang lebih produktif, humanis dan mendukung proses pembinaan secara menyeluruh.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat, Yudi Suseno, mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan Lapas Cibinong.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X