• Minggu, 11 Oktober 2026

BBM Subsidi untuk Desil 10 Bakal Dibatasi, Pemerintah Hitung Potensi Hemat Rp27,3 Triliun

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 06:45 WIB
BBM Subsidi untuk Desil 10 Bakal Dibatasi, Pemerintah Hitung Potensi Hemat Rp27,3 Triliun
BBM Subsidi untuk Desil 10 Bakal Dibatasi, Pemerintah Hitung Potensi Hemat Rp27,3 Triliun

JAKARTA, MAHATVA.ID — Pemerintah menyiapkan kebijakan pembatasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi masyarakat yang masuk kelompok Desil 10. Kebijakan tersebut akan diuji coba dalam beberapa bulan ke depan sebagai bagian dari upaya memastikan subsidi energi lebih tepat sasaran.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah masih menyiapkan skema teknis pembatasan tersebut. Kelompok masyarakat yang masuk Desil 10 akan menjadi salah satu sasaran awal dalam uji coba.

“Kami akan coba nanti berapa bulan ke depan, yang Desil 10, kami batasin dulu,” ujar Purbaya saat ditemui di Gedung DPR, Kamis (20/8/2026).

Purbaya menegaskan, kebijakan tersebut bukan berarti pemerintah akan memperketat penyaluran subsidi BBM secara keseluruhan.

Menurutnya, langkah tersebut lebih diarahkan untuk memastikan subsidi energi benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

“Enggak, enggak diperketat. Cuma akan dipastikan nanti supaya tepat sasaran,” kata Purbaya.

Pembatasan terhadap kelompok Desil 10 dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperbaiki ketepatan sasaran penyaluran subsidi.

Pemerintah masih akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan uji coba sebelum menentukan mekanisme dan penerapan kebijakan secara lebih luas.

Selain meningkatkan ketepatan sasaran, pembatasan BBM bersubsidi bagi kelompok Desil 10 juga berpotensi mengurangi beban anggaran negara.

Namun, Purbaya menegaskan pemerintah masih menghitung secara detail potensi penghematan yang dapat diperoleh.

“Nanti ada penghematan, kami masih menghitung. Kira-kira sepersepuluhnya kalau enggak salah,” tuturnya.

Pemerintah sebelumnya mengalokasikan anggaran subsidi energi dalam RAPBN 2027 sebesar Rp272,95 triliun.

Jika perkiraan penghematan sekitar sepersepuluh tersebut mengacu pada total anggaran subsidi energi, nilainya secara kasar mencapai sekitar Rp27,3 triliun.

Meski demikian, angka tersebut belum dapat disebut sebagai penghematan final. Pemerintah masih melakukan penghitungan serta menyiapkan mekanisme teknis pelaksanaan pembatasan BBM subsidi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X