• Minggu, 11 Oktober 2026

Lapas Terbuka Kendal Olah Kotoran Hewan Jadi Pupuk, 2 Ton Dikirim ke Rejo Farm

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:20 WIB
Lapas Terbuka Kendal Olah Kotoran Hewan Jadi Pupuk, 2 Ton Dikirim ke Rejo Farm
Lapas Terbuka Kendal Olah Kotoran Hewan Jadi Pupuk, 2 Ton Dikirim ke Rejo Farm

KENDAL, MAHATVA.ID – Lapas Terbuka Kendal terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pemanfaatan potensi di sektor peternakan dan pertanian. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pengolahan kotoran hewan atau kohe menjadi pupuk organik melalui proses penggilingan dan fermentasi.

Sebanyak 2 ton pupuk kohe fermentasi hasil produksi Lapas Terbuka Kendal dikirimkan ke Rejo Farm pada Selasa (19/8/2026). Pupuk tersebut diterima oleh pekerja Rejo Farm untuk dimanfaatkan dalam kebutuhan pemupukan perkebunan melon.

Staf Kegiatan Kerja Lapas Terbuka Kendal, Agus Trijayanto, mengatakan pengolahan kotoran hewan menjadi pupuk organik merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan hasil kegiatan pembinaan sekaligus memberikan nilai tambah terhadap limbah peternakan.

“Kohe yang dihasilkan dari kegiatan peternakan kami olah melalui proses penggilingan dan fermentasi. Harapannya, limbah tersebut tidak terbuang, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” ujar Agus.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran dan pelatihan bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan dalam mengelola limbah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga mendorong warga binaan memahami proses produksi dan potensi ekonomi dari pengelolaan sumber daya yang tersedia.

Sementara itu, Fery, staf Rejo Farm, menyambut baik pemanfaatan pupuk organik hasil pengolahan Lapas Terbuka Kendal tersebut untuk kebutuhan perkebunan melon.

“Kami melihat pupuk organik ini dapat mendukung kebutuhan pemupukan di perkebunan. Selain bermanfaat untuk tanaman, pemanfaatan pupuk dari kohe juga menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah peternakan,” kata Fery.

Pemanfaatan kohe menjadi pupuk organik menjadi salah satu bentuk pengembangan program pembinaan kemandirian di Lapas Terbuka Kendal. Program ini juga memperlihatkan adanya integrasi antara sektor peternakan dan pertanian dalam sebuah siklus produksi yang lebih berkelanjutan.

Melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi, Lapas Terbuka Kendal terus mendorong warga binaan untuk memiliki keterampilan produktif sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Pengiriman 2 ton pupuk kohe fermentasi ke Rejo Farm tersebut diharapkan menjadi bukti bahwa hasil pembinaan warga binaan tidak hanya memiliki manfaat sebagai sarana pelatihan, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi nyata bagi sektor pertanian dan ekonomi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X