BOGOR, MAHATVA.ID – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan dengan cara kreatif oleh Karang Taruna Desa Ciburayut bersama Pemerintah Desa Ciburayut. Keduanya menggelar Nonton Bareng (Nobar) dan Talkshow Edukasi Film di alun-alun Desa Ciburayut, Senin (17/8/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menikmati sekaligus mengenal lebih dekat karya-karya film lokal yang mengangkat cerita, budaya, dan potensi daerah.
Acara dihadiri langsung Kepala Desa Ciburayut Duloh, S.Sos., jajaran Pemerintah Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para ketua RT/RW, serta mahasiswa KKN dari Universitas 17 Agustus 1945 (UTA45) dan Universitas Djuanda (UNIDA).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat disuguhkan sejumlah karya film lokal garapan Pemuda Selaawi 07 dan Peduli Lembur.
Salah satunya film berjudul Ema, yang diproduksi secara khusus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain itu, turut diputar film bernuansa budaya berjudul Cigombong Mulih ka Jati Mulang ka Asal. Film tersebut sebelumnya berhasil meraih Juara 1 Festival Film Kabupaten Bogor (FFKB) 2025 dan mendapat apresiasi langsung dari Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Kehadiran film-film tersebut menunjukkan bahwa cerita lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi karya kreatif sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan budaya dan kehidupan masyarakat kepada khalayak yang lebih luas.
Kepala Desa Ciburayut, Duloh, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kreativitas para pemuda yang mampu mengangkat berbagai potensi cerita lokal melalui karya film.
Menurutnya, kreativitas generasi muda perlu terus mendapatkan ruang dan dukungan agar dapat berkembang menjadi kekuatan baru bagi masyarakat desa.
Tidak hanya menonton film, masyarakat juga mendapatkan edukasi melalui sesi talkshow yang menghadirkan perwakilan kreator, Nandar dan Taovik.
Keduanya membagikan pengalaman mengenai proses produksi film, mulai dari pengambilan gambar ulang atau retake, proses editing, hingga color grading.
Diskusi tersebut memberikan gambaran bahwa menghasilkan sebuah film tidak cukup hanya dengan ide. Dibutuhkan proses panjang, kreativitas, kerja sama tim, ketekunan, serta kemampuan teknis untuk mengubah cerita menjadi sebuah karya audiovisual yang menarik.
Ketua penyelenggara sekaligus perwakilan Karang Taruna Desa Ciburayut, Belgi Alhuda, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Desa Ciburayut serta antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa Karang Taruna berupaya menjadi wadah sekaligus jembatan fasilitasi bagi karya generasi muda agar dapat dikenal lebih luas.