• Minggu, 11 Oktober 2026

Polri Kerahkan 10 Anjing K9 dan Tim SAR Bantu Penanganan Gempa NTT

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:45 WIB
Polri Kerahkan 10 Anjing K9 dan Tim SAR Bantu Penanganan Gempa NTT
Polri Kerahkan 10 Anjing K9 dan Tim SAR Bantu Penanganan Gempa NTT

JAKARTA, MAHATVA.ID – Polri kembali mengerahkan personel, tim Search and Rescue (SAR), anjing pelacak K9, tenaga kesehatan, serta bantuan logistik untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemberangkatan dilakukan dari Bandar Udara Pondok Cabe Polri, Tangerang Selatan, Minggu (16/8/2026), sebagai tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk memperkuat proses mitigasi, evakuasi dan penyelamatan masyarakat terdampak.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pengerahan personel dan perlengkapan tersebut merupakan bagian dari misi kemanusiaan Polri untuk membantu Polda NTT menangani dampak bencana.

“Ini merupakan kelanjutan dari upaya kami untuk memberikan bantuan dan menjalankan misi kemanusiaan Polri, sebagaimana arahan dan perintah Bapak Kapolri kepada jajaran Mabes Polri, khususnya dalam membantu Polda Nusa Tenggara Timur,” ujar Trunoyudo di Bandar Udara Pondok Cabe Polri, Minggu (16/8/2026).

Trunoyudo menjelaskan, dari rencana awal sebanyak 260 personel, sebanyak 137 personel telah diberangkatkan pada Sabtu (15/8/2026) malam. Mereka memiliki kemampuan dan kompetensi dalam bidang penyelamatan serta SAR.

Selain itu, Korps Brimob Polri telah mengirimkan 101 personel yang terdiri atas tenaga kesehatan lapangan, dokter beserta perlengkapannya, serta personel logistik untuk melakukan kurasi kebutuhan di wilayah terdampak.

Pada Minggu pagi, Polri kembali mengirimkan tim SAR dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri. Tim tersebut terdiri dari 21 personel dan 10 ekor anjing K9 yang memiliki kemampuan khusus dalam pencarian korban.

“Khusus untuk kompetensi SAR dari Direktorat Polisi Satwa, kami memberangkatkan 21 personel beserta 10 ekor anjing K9 yang memiliki kompetensi untuk melakukan pencarian korban,” kata Trunoyudo.

Tim tersebut juga membawa peralatan pendukung pencarian korban serta bantuan logistik dengan total berat sekitar 2,5 ton.

Menurut Trunoyudo, kecepatan menjadi faktor penting dalam proses pencarian dan penyelamatan korban bencana. Karena itu, tim yang telah diberangkatkan akan segera berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan pembagian tugas dan wilayah prioritas.

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian awal antara lain Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Namun, pengerahan bantuan akan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan aktual di lapangan.

“Namun demikian, apabila terdapat daerah lain yang juga membutuhkan bantuan, tentu kami akan melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban sesuai kebutuhan,” tuturnya.

Tim SAR dan bantuan tersebut diterbangkan menggunakan pesawat Polisi Udara Polri dari Bandar Udara Pondok Cabe menuju Labuan Bajo. Perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam.

Selain pesawat, Polri juga menyiapkan tiga unit helikopter AW169 untuk mendukung distribusi bantuan, terutama menuju wilayah yang terisolasi atau mengalami keterbatasan akses akibat bencana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X