• Minggu, 11 Oktober 2026

Ahmad Muzani Serukan Penghentian Perang di Timur Tengah: Dunia Butuh Keberanian untuk Berdamai

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:48 WIB
Ahmad Muzani Serukan Penghentian Perang di Timur Tengah: Dunia Butuh Keberanian untuk Berdamai
Ahmad Muzani Serukan Penghentian Perang di Timur Tengah: Dunia Butuh Keberanian untuk Berdamai

“Dalam persoalan Palestina, sikap Indonesia tidak pernah berubah dan tidak pernah bergeser,” kata Muzani.

Pernyataan tersebut menegaskan kembali posisi Indonesia yang mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi serta penghormatan terhadap hak dan kedaulatan bangsa-bangsa.

Selain persoalan geopolitik, Muzani turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa melalui keadilan, keteladanan, dialog, dan rasa saling percaya.

Menurutnya, menjaga persatuan tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga keadilan. Kritik terhadap pemerintah maupun sesama warga negara tidak semestinya digunakan untuk merusak persatuan.

Namun di sisi lain, persatuan juga tidak boleh dijadikan alasan untuk membungkam atau meredam perbedaan pendapat.

Muzani kemudian menyampaikan filosofi Jawa mengenai kemenangan yang tidak meninggalkan luka bagi pihak lain.

“Kemenangan sejati bukanlah kemenangan yang meninggalkan luka pada saudara sebangsa. Kemenangan sejati adalah kemenangan yang tetap menjaga persaudaraan.”

Ia menekankan pentingnya membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjunjung sikap saling menghormati.

Perbedaan pandangan, kata Muzani, tidak seharusnya menjadi alasan bagi seseorang untuk saling menghina, merundung, ataupun mempermalukan pihak lain.

“Pesan inilah yang harus kita jaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Muzani berharap semangat diplomasi, perdamaian, keadilan, dan persatuan tersebut dapat terus menjadi bagian dari sikap Indonesia, baik dalam menghadapi persoalan internasional maupun dalam menjaga keutuhan kehidupan berbangsa di dalam negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X