Prabowo menyampaikan rencana mengganti penggunaan LPG dengan CNG, sekaligus membangun pembangkit listrik tenaga surya dengan total kapasitas mencapai 100 gigawatt dalam empat tahun.
Presiden juga meminta PT PLN (Persero) mempercepat pengurangan pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar diesel.
“PLN harus tinggalkan pembangkit listrik dari diesel. Kurang lebih 13 gigawatt harus segera kita tinggalkan,” tegasnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Di sisi lain, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia masih memiliki berbagai potensi sumber energi yang terus diteliti dan dikembangkan.
Ia menyebut ilmuwan dan peneliti Indonesia terus menemukan potensi baru, termasuk potensi hidrogen alam yang dinilai memiliki cadangan sangat besar.
Menurut Prabowo, kekayaan sumber daya tersebut menjadi modal strategis bagi Indonesia untuk membangun sistem energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Presiden optimistis berbagai kebijakan tersebut dapat memberikan dampak nyata dalam waktu relatif singkat. Ia memperkirakan proses penguatan kemandirian energi Indonesia mulai terlihat dalam kurun tiga hingga lima tahun ke depan.
“Kita akan bangkit benar-benar. Sekarang kita sudah mulai bangkit,” pungkasnya.
Peluncuran Molinas sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transformasi menuju penggunaan energi yang lebih mandiri, sekaligus mendorong tumbuhnya industri kendaraan listrik nasional melalui kolaborasi antara pemerintah, BUMN, swasta, dunia usaha, dan akademisi.