• Minggu, 11 Oktober 2026

Kepsek Kecewa Tiga Siswi SMP Jadi Korban Bullying hingga Ditampar, Kasus Berakhir Damai

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:37 WIB
Kepsek Kecewa Tiga Siswi SMP Jadi Korban Bullying hingga Ditampar, Kasus Berakhir Damai
Kepsek Kecewa Tiga Siswi SMP Jadi Korban Bullying hingga Ditampar, Kasus Berakhir Damai

BOGOR, MAHATVA.ID – Kepala SMP Negeri di Kota Bogor, Reni Supriyati, mengaku kecewa setelah tiga siswinya menjadi korban perundungan atau bullying. Salah satu korban bahkan dilaporkan mendapat tamparan dari seorang alumni.

Reni menegaskan pihak sekolah menginginkan seluruh siswa dapat merasa aman saat berada di lingkungan sekolah maupun dalam perjalanan menuju sekolah. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Saya mewakili dari SMP merasa juga kecewa dengan adanya kejadian ini. Kami tidak menyangka adanya kejadian ini. Jadi tiga siswa SMP Negeri itu menjadi korban bullying,” kata Reni, Kamis (13/8/2026).

Reni menjelaskan, pihak sekolah telah menggelar pertemuan yang melibatkan orangtua korban serta pihak sekolah dari siswa yang diduga melakukan perundungan.

Menurutnya, pertemuan tersebut bukan bertujuan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan adanya pertanggungjawaban sekaligus memberikan jaminan keamanan bagi para siswa.

“Kenapa kami berinisiatif mengumpulkan anak-anak dan juga mengundang pihak sekolah dari siswa yang membully anak-anak kami, bukan untuk mencari kesalahan,” ujarnya.

“Namun untuk pertanggungjawaban dan keamanan serta ke depan seperti apa untuk melindungi anak-anak kami, supaya anak-anak kami tidak takut untuk bersekolah. Khawatir apabila tidak dipertemukan akan terulang lagi,” lanjut Reni.

Reni menambahkan, keluarga korban telah memaafkan pihak yang melakukan perundungan. Meski demikian, sekolah tetap menaruh perhatian serius terhadap aspek keamanan dan perlindungan siswa.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan aksi perundungan terhadap tiga siswi SMP berseragam pramuka di Kota Bogor beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Dalam video tersebut, salah seorang siswi terlihat mendapat perlakuan kekerasan berupa tamparan dari seorang alumni.

Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah Ipda Budi Setiawan mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan setelah pihak keluarga korban dan pelaku melakukan mediasi.

“Betul, untuk masalah hukumnya disepakati oleh pihak keluarga korban, karena menimbang bahwa usia anak yang juga masih di bawah umur, sehingga berkesimpulan bahwa permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, tidak sampai dibawa ke ranah hukum,” kata Budi, Kamis (13/8/2026).

Menurut Budi, mediasi dilakukan tidak lama setelah kejadian. Hasil kesepakatan tersebut kemudian disampaikan kepada pihak sekolah korban maupun pihak sekolah pelaku.

Namun, video kejadian tersebut kemudian beredar di media sosial hingga menjadi viral.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X