KENDAL, MAHATVA.ID – Program pembinaan kemandirian bidang pertanian di Lapas Terbuka Kendal kembali menunjukkan perkembangan positif. Memasuki usia 49 hari, tanaman terong ungu yang dibudidayakan di lahan seluas 2.500 meter persegi mulai memasuki masa produktif dan telah dilakukan panen perdana, Kamis (13/8/2026).
Panen perdana tersebut menjadi indikator awal bahwa proses budidaya berjalan dengan baik. Setelah panen pertama, tanaman terong ungu akan memasuki fase panen rutin yang dilakukan setiap tiga hari sekali.
Dengan pola panen tersebut, kuantitas produksi diproyeksikan terus meningkat. Bahkan, satu tanaman berpotensi dipanen hingga sekitar 30 kali.
Berdasarkan potensi tersebut, produksi terong ungu dari lahan seluas 2.500 meter persegi diproyeksikan dapat mencapai sekitar 4 ton selama masa produktif, dengan catatan hasil akhir tetap dipengaruhi pertumbuhan tanaman, kondisi cuaca dan intensitas perawatan.
Staff Kegiatan Kerja Lapas Terbuka Kendal, Charandhi Mahendra, mengatakan panen perdana menjadi langkah awal yang cukup baik sekaligus menunjukkan potensi produktivitas lahan yang dikelola.
“Ini merupakan langkah awal yang cukup bagus karena tanaman baru berusia 49 hari sudah mulai bisa dipanen. Selanjutnya, panen akan dilakukan setiap tiga hari sekali dan kuantitasnya diperkirakan akan semakin banyak,” ujar Charandhi.
Menurutnya, satu tanaman dapat memiliki potensi panen hingga sekitar 30 kali sehingga produktivitas tanaman masih dapat terus dikembangkan.
“Kami optimistis produksi ke depan bisa terus meningkat,” tambahnya.
Pola panen berkala tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan. Mereka mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola tanaman secara berkelanjutan, mulai dari proses perawatan, pemeliharaan hingga pemanenan.
Salah satu warga binaan, AF, mengaku antusias mengikuti proses budidaya terong ungu hingga memasuki masa panen.
Menurutnya, keberhasilan panen perdana menjadi motivasi untuk semakin serius melakukan perawatan agar hasil berikutnya dapat lebih optimal.
“Kami senang karena tanaman yang selama ini kami rawat sudah mulai bisa dipanen. Setelah ini kami akan terus melakukan perawatan supaya hasil panen berikutnya lebih banyak,” ungkap AF.
Keterlibatan warga binaan dalam proses pertanian tersebut menjadi bagian penting dari pembinaan kemandirian. Selain menghasilkan produk pertanian, kegiatan tersebut memberikan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Budidaya terong ungu menjadi bagian dari pengembangan program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian Lapas Terbuka Kendal.