• Senin, 12 Oktober 2026

AHY Tekankan Ketahanan Air Jadi Prioritas Pembangunan Nasional, Dorong Kolaborasi dan Kemandirian Teknologi

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:22 WIB
AHY Tekankan Ketahanan Air Jadi Prioritas Pembangunan Nasional, Dorong Kolaborasi dan Kemandirian Teknologi
AHY Tekankan Ketahanan Air Jadi Prioritas Pembangunan Nasional, Dorong Kolaborasi dan Kemandirian Teknologi

JAKARTA, MAHATVA.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya ketahanan air atau water security sebagai salah satu agenda strategis dalam pembangunan nasional.

Hal tersebut disampaikan AHY saat membuka rangkaian Indo Water 2026 Expo & Forum yang digelar bersamaan dengan Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, serta Indonesia International Smart City 2026 Expo & Forum di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Menurut AHY, persoalan air tidak dapat dilihat sebagai isu yang berdiri sendiri. Ketahanan air memiliki keterkaitan erat dengan ketahanan pangan, energi, lingkungan, kesehatan, hingga keberlanjutan pembangunan.

Pemerintah, kata AHY, menempatkan ketahanan air bersama ketahanan pangan dan energi sebagai bagian penting dari prioritas pembangunan nasional.

“Kami merasa senang karena tahun ini dapat hadir langsung dalam acara strategis seperti ini, dalam konteks isu ketahanan air untuk menghadirkan Indonesia yang semakin sejahtera dan berkelanjutan,” kata AHY.

AHY menekankan bahwa ketahanan air tidak boleh berhenti sebagai visi atau konsep pembangunan. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan dan pengelolaan air dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, water security harus diwujudkan melalui kebijakan, pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi.

“Water security bukan hanya menjadi visi, tapi menjadi realitas yang bisa kita nikmati sebagai bangsa yang semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.

AHY menilai tantangan ketahanan air akan semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk, perkembangan kawasan perkotaan, perubahan iklim, serta meningkatnya kebutuhan air untuk berbagai sektor.

Karena itu, pembangunan infrastruktur air perlu berjalan seiring dengan penguatan tata kelola dan inovasi teknologi.

Dalam menghadapi persoalan ketahanan air, AHY menegaskan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan sektor industri menjadi bagian penting dalam mencari solusi.

Menurut AHY, forum seperti Indo Water 2026 dapat menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dengan teknologi serta solusi yang telah tersedia.

“Pemerintah tidak mungkin sendirian, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, bersama dengan kalangan akademisi, dan industri bisnis,” kata AHY.

Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada forum dan pertukaran gagasan, tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk penelitian bersama maupun pengembangan produk dan teknologi di dalam negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X