KENDAL, MAHATVA.ID – Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal menerima kunjungan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal dalam rangka pelaksanaan Sensus Usaha Hortikultura (SUH) Tahun 2026, sebagai bagian dari pendataan nasional terhadap pelaku usaha hortikultura di Indonesia.
Kegiatan sensus dilakukan melalui proses wawancara dan verifikasi data mengenai aktivitas budidaya hortikultura yang dikembangkan di lingkungan Lapas Terbuka Kendal.
Pendataan meliputi berbagai aspek, mulai dari jenis komoditas hortikultura yang dibudidayakan, luas lahan pertanian, pola pengelolaan, hingga berbagai informasi pendukung lainnya yang akan menjadi dasar penyusunan statistik hortikultura nasional.
Program Pembinaan Berkontribusi untuk Pertanian
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik Giatja) Lapas Terbuka Kendal, Iwan Kusmawan, menyambut baik pelaksanaan sensus tersebut.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Terbuka Kendal tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap sektor pertanian nasional.
"Kami menyambut baik pelaksanaan Sensus Usaha Hortikultura Tahun 2026 oleh BPS. Data yang dihimpun diharapkan dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai aktivitas hortikultura yang kami kembangkan sebagai sarana pembinaan kemandirian warga binaan. Selain menghasilkan produk pertanian, program ini juga membekali mereka dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat," ujar Iwan Kusmawan.
Warga Binaan Terlibat Langsung
Staf Kegiatan Kerja Lapas Terbuka Kendal, Charandhi Mahendra, menjelaskan bahwa berbagai komoditas hortikultura selama ini dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari program pembinaan berbasis kerja.
Warga binaan dilibatkan secara langsung dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman hingga proses panen.
"Berbagai komoditas hortikultura kami budidayakan secara berkelanjutan dengan melibatkan warga binaan secara langsung, mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini menjadi media pembelajaran praktik pertanian yang aplikatif sehingga warga binaan memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke tengah masyarakat," ungkap Charandhi.
Dukung Penyusunan Kebijakan Nasional
Melalui pelaksanaan Sensus Usaha Hortikultura Tahun 2026, diharapkan data yang terkumpul semakin akurat dan mampu menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan sektor hortikultura di Indonesia.
Lapas Terbuka Kendal juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah melalui penyediaan data yang valid sekaligus mengembangkan program pembinaan kemandirian berbasis pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.