KENDAL, MAHATVA.ID – Produk hasil pembinaan kemandirian warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal mendapat sambutan positif dari masyarakat dalam ajang Kendal Open Fair 2026 yang berlangsung pada 21–27 Juli 2026.
Keikutsertaan Lapas Terbuka Kendal dalam pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil karya warga binaan sekaligus menunjukkan keberhasilan program pembinaan berbasis produktivitas dan kewirausahaan.
Beragam produk unggulan dipasarkan kepada masyarakat, mulai dari melon segar, telur puyuh, cabai, hingga pupuk kandang (kohe) yang telah melalui proses pengolahan dan penggilingan sehingga siap digunakan.
Antusiasme pengunjung terlihat sejak hari pertama pameran. Produk melon dan telur puyuh menjadi komoditas yang paling banyak diminati karena dinilai memiliki kualitas yang baik dengan harga yang terjangkau.
Salah seorang pengunjung, Faizah, mengaku sengaja membeli produk hasil pembinaan warga binaan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemasyarakatan.
"Melonnya bagus dan rasanya manis. Telur puyuhnya juga segar. Saya senang bisa membeli produk hasil pembinaan warga binaan sekaligus mendukung mereka agar terus berkarya," ujar Faizah.
Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu'man Fauzi, mengatakan keikutsertaan dalam Kendal Open Fair merupakan kesempatan strategis untuk memperkenalkan hasil pembinaan kepada masyarakat secara lebih luas.
"Kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan juga mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa proses pembinaan di Lapas Terbuka Kendal mampu menghasilkan karya yang bermanfaat," kata Nu'man Fauzi.
Menurutnya, pemasaran produk hasil pembinaan menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program pembinaan kemandirian yang selama ini dijalankan.
Ia berharap semakin banyak masyarakat mengenal serta menggunakan produk hasil karya warga binaan sehingga kegiatan pembinaan tidak hanya berhenti di dalam lapas, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri warga binaan.
"Harapannya semakin banyak masyarakat yang mengenal dan menggunakan produk hasil pembinaan warga binaan. Dengan begitu, hasil pembinaan ini mampu memberikan manfaat nyata dan menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat," tambahnya.
Keikutsertaan Lapas Terbuka Kendal dalam Kendal Open Fair 2026 menjadi bukti komitmen pemasyarakatan dalam mengembangkan program pembinaan berbasis produktivitas, kewirausahaan, dan pemberdayaan. Melalui berbagai produk unggulan yang dipasarkan, warga binaan didorong untuk memiliki keterampilan, meningkatkan kemandirian, serta mempersiapkan diri agar mampu kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.