BOGOR, MAHATVA.ID – Menindaklanjuti arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam penanganan dampak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah, Rabu (22/7/2026).
Pada pendistribusian kali ini, bantuan air bersih disalurkan ke tiga kecamatan, yakni Tenjo, Jonggol, dan Cariu, dengan total 15.300 liter air bersih yang bersumber dari PDAM.
Penyaluran pertama dilakukan di Kampung Saninten RT 01/RW 03, Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo. Sebanyak 4.000 liter air bersih didistribusikan menggunakan Unit Merapi 38 (F 9945 K) untuk memenuhi kebutuhan 78 kepala keluarga (158 jiwa).
Selanjutnya, bantuan air bersih disalurkan ke Kampung Bendungan RT 03/RW 03, Desa Bendungan, Kecamatan Jonggol. Sebanyak 8.000 liter air bersih dikirim menggunakan Unit Merapi 39 (F 9944 K) dalam dua kali ritase sehingga mampu melayani 180 kepala keluarga atau sekitar 360 jiwa.
Distribusi juga dilakukan di Kampung Jangkar Gang Asem RT 05/RW 01, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cariu. Sebanyak 3.300 liter air bersih dikirim menggunakan Unit Merapi 21 (F 9997 J) untuk memenuhi kebutuhan 85 kepala keluarga atau 156 jiwa.
Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan pendistribusian air bersih ini merupakan bagian dari langkah cepat dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
Sesuai arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, seluruh perangkat daerah diminta terus hadir di tengah masyarakat melalui langkah-langkah nyata, responsif, dan tepat sasaran, terutama bagi wilayah yang mulai mengalami krisis air bersih akibat berkurangnya sumber mata air.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta memperluas distribusi air bersih ke wilayah lain yang membutuhkan sebagai bentuk komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama menghadapi musim kemarau.
Dengan langkah tersebut, Pemkab Bogor berharap kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi sekaligus meminimalkan dampak kekeringan yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah selama musim kemarau tahun 2026.