• Selasa, 13 Oktober 2026

Kemenhub Bagikan 150 Life Jacket untuk Nelayan Muara Angke, Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 19 Juli 2026 | 15:00 WIB
Kemenhub Bagikan 150 Life Jacket untuk Nelayan Muara Angke, Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran
Kemenhub Bagikan 150 Life Jacket untuk Nelayan Muara Angke, Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran

JAKARTA, MAHATVA.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) kembali memperkuat budaya keselamatan pelayaran dengan menyerahkan 150 unit life jacket kepada nelayan di Muara Angke, Jakarta. Bantuan tersebut disalurkan dalam rangka Kampanye Keselamatan Pelayaran yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke.

Selain bantuan alat keselamatan, Kemenhub juga menyerahkan 2.216 Buku Pelaut Merah serta 6 e-Pas Kecil kepada nelayan dan masyarakat maritim sebagai upaya meningkatkan keselamatan sekaligus memperkuat tertib administrasi pelayaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan Muara Angke merupakan salah satu kawasan strategis dengan aktivitas pelayaran dan perikanan yang sangat padat sehingga penerapan standar keselamatan harus menjadi prioritas utama.

"Kepatuhan terhadap standar keselamatan, kelaikan kapal, penggunaan alat keselamatan seperti life jacket, serta pemahaman terhadap kondisi cuaca dan alur pelayaran adalah kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut," ujar Masyhud dalam keterangan resminya, Sabtu (18/7/2026).

Masyhud menjelaskan, dari total bantuan yang diberikan, sebanyak 50 unit life jacket merupakan dukungan dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan perlindungan bagi masyarakat maritim.

Menurutnya, keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemilik kapal, operator, nakhoda, awak kapal, hingga nelayan.

Karena itu, ia mengimbau seluruh pelaku pelayaran agar memastikan kapal dalam kondisi laik laut, melengkapi kapal dengan peralatan keselamatan, mematuhi kapasitas angkut, serta selalu memperhatikan informasi cuaca dan arahan syahbandar sebelum melaut.

"Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pelayaran, karena tidak ada aktivitas yang lebih penting daripada perlindungan terhadap jiwa manusia," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa penggunaan life jacket merupakan langkah sederhana namun memiliki peran yang sangat vital karena dapat menjadi penyelamat utama apabila terjadi keadaan darurat maupun kecelakaan di laut.

"Kami berharap kampanye keselamatan pelayaran ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif, menjadikan keselamatan sebagai budaya, dan mewujudkan pelayaran yang aman, nyaman, dan berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari Kampanye Keselamatan Pelayaran yang sebelumnya telah dilaksanakan di Pelabuhan Penumpang Kaliadem, Muara Angke, pada Desember 2025.

Pada kegiatan sebelumnya, Kemenhub telah menyalurkan 604 unit life jacket, 10 unit life buoy, 180 paket sembako, 2.791 Buku Pelaut Merah, serta 38 e-Pas Kecil kepada masyarakat maritim.

Triono mengungkapkan, kampanye keselamatan pelayaran tahun ini diikuti oleh 102 peserta yang berasal dari unsur Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, asosiasi pelayaran, pemangku kepentingan maritim, perwakilan nelayan, hingga awak kapal wisata di wilayah DKI Jakarta.

"Melalui sinergi seluruh pihak, Ditjen Perhubungan Laut optimistis budaya keselamatan pelayaran akan semakin kuat sehingga mampu menekan angka kecelakaan di laut dan meningkatkan perlindungan bagi masyarakat maritim Indonesia," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X