• Selasa, 13 Oktober 2026

Warga Binaan Lapas Terbuka Kendal Olah Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik Bernilai Ekonomi

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:31 WIB
Warga Binaan Lapas Terbuka Kendal Olah Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik Bernilai Ekonomi
Warga Binaan Lapas Terbuka Kendal Olah Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik Bernilai Ekonomi

KENDAL, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal terus memperkuat program pembinaan kemandirian berbasis produktivitas. Kali ini, lapas tersebut berhasil memproduksi lebih dari 1 ton pupuk kandang (kohe) organik hasil olahan warga binaan yang siap dipasarkan kepada masyarakat dalam kemasan 5 kilogram dan 50 kilogram.

Program ini menjadi bagian dari pembinaan keterampilan sekaligus pemberdayaan warga binaan agar memiliki kompetensi yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Produksi pupuk organik tersebut memanfaatkan limbah kotoran sapi dan domba yang berasal dari kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Terbuka Kendal.

Seluruh proses pengolahan dilakukan oleh warga binaan di bawah pendampingan petugas sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.

Proses produksi dimulai dengan penjemuran kotoran ternak hingga benar-benar kering. Selanjutnya bahan digiling agar memiliki tekstur lebih halus, kemudian difermentasi menggunakan larutan EM4 selama 21 hari hingga menghasilkan pupuk organik berkualitas. Setelah matang, pupuk dikemas agar lebih praktis dipasarkan.

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu'man Fauzi, mengatakan pengolahan pupuk kandang merupakan bentuk optimalisasi potensi yang dimiliki Lapas Terbuka Kendal.

Selain mengurangi limbah peternakan, kegiatan tersebut memberikan pengalaman kerja nyata sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan.

"Kami optimistis pupuk kohe hasil produksi Lapas Terbuka Kendal mampu bersaing dan diterima di pasaran. Seluruh proses produksi dilakukan dengan memperhatikan kualitas, mulai dari pemilihan bahan baku, proses fermentasi hingga pengemasan. Harapannya, produk ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bukti bahwa program pembinaan di lapas mampu menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang bernilai," ujar Nu'man Fauzi.

Salah seorang warga binaan, Zaki, mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti proses produksi pupuk organik tersebut.

Menurutnya, keterlibatan secara langsung mulai dari pengolahan bahan baku, fermentasi hingga pengemasan menjadi bekal penting ketika kembali menjalani kehidupan di masyarakat.

"Saya merasa senang bisa ikut terlibat dalam proses pembuatan pupuk kohe ini. Banyak pengetahuan dan keterampilan baru yang saya dapatkan, mulai dari cara mengolah bahan, proses fermentasi sampai pengemasan. Semoga ilmu ini bisa menjadi bekal bagi saya ketika kembali ke masyarakat nanti," ungkap Zaki.

Melalui inovasi pengolahan pupuk organik tersebut, Lapas Terbuka Kendal terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi warga binaan.

Program ini diharapkan mampu menciptakan warga binaan yang lebih mandiri, produktif, serta memiliki keterampilan usaha yang dapat menjadi sumber penghasilan setelah menyelesaikan masa pidana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X