• Selasa, 13 Oktober 2026

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Naik Akibat Penutupan Selat Hormuz

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 16 Juli 2026 | 14:22 WIB
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Naik Akibat Penutupan Selat Hormuz
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Naik Akibat Penutupan Selat Hormuz

MAHATVA.ID – Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali mengalami eskalasi serius. Militer Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap sejumlah fasilitas pertahanan pesisir dan lokasi rudal Iran pada Rabu (16/7/2026), hanya sehari setelah Washington memberlakukan kembali blokade laut terhadap seluruh pelabuhan Iran.

Serangan tersebut memperbesar ketegangan di kawasan Teluk Persia yang sebelumnya sempat mereda setelah adanya gencatan senjata singkat. Namun, kesepakatan tersebut kini dinyatakan runtuh sehingga memicu kembali konfrontasi militer antara kedua negara.

Pemerintah Iran merespons serangan tersebut dengan menyebut negaranya sedang menghadapi "perang eksistensial" melawan Amerika Serikat serta mengancam akan memperluas gangguan terhadap jalur distribusi energi internasional.

Selat Hormuz Ditutup, Jalur Minyak Dunia Terganggu

Situasi semakin memburuk setelah Iran menutup Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Sebelum konflik memanas, sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia melewati selat tersebut. Penutupan jalur itu menyebabkan aktivitas pelayaran internasional terganggu dan memicu lonjakan harga energi global.

Harga minyak mentah Brent tercatat naik hingga US$84,95 per barel, menjadi level tertinggi dalam satu bulan terakhir.

CENTCOM Sasar Rudal dan Pertahanan Pantai Iran

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menjelaskan bahwa operasi militer tahap pertama difokuskan pada penghancuran sistem pertahanan pesisir serta lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb.

Operasi tersebut berlangsung sekitar 90 menit sebelum dilanjutkan dengan gelombang serangan kedua beberapa jam kemudian.

Dalam pernyataannya melalui platform X, CENTCOM menyebut operasi dilakukan untuk menghilangkan ancaman terhadap kebebasan pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Selain menyerang fasilitas militer, pasukan AS juga menghentikan sebuah kapal tanker minyak kosong yang menuju Pulau Kharg setelah kapal tersebut mengabaikan sejumlah peringatan.

Militer AS kemudian menembakkan rudal Hellfire ke cerobong kapal sehingga kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran.

Iran Laporkan Sejumlah Wilayah Diserang

Media pemerintah Iran melaporkan sejumlah wilayah menjadi sasaran serangan, di antaranya sekitar Kota Ahvaz, Bandar Abbas, Konarak, Sirik hingga Pulau Qeshm.

Kantor berita Mehr menyebut tidak terdapat korban jiwa dalam serangan tersebut.

Namun televisi pemerintah IRIB melaporkan salah satu serangan menghantam area dekat rumah sakit di Ahvaz yang memiliki pusat perawatan kanker anak sehingga proses evakuasi pasien harus dilakukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X