JAKARTA, MAHATVA.ID – Penantian panjang selama hampir tiga dekade terhadap pengembangan Proyek LNG Abadi Masela akhirnya memasuki babak baru. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto resmi menerbitkan surat undangan pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela yang digelar pada Kamis (16/7/2026) di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Surat bernomor SRT-0469/SKKIA0000/2026/SO tertanggal 14 Juli 2026 tersebut menandai dimulainya pembangunan fisik Lapangan Abadi yang dikembangkan oleh Inpex Masela Ltd. selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Momentum ini menjadi tonggak sejarah baru bagi industri hulu migas nasional, mengingat proyek tersebut telah melewati perjalanan panjang sejak pertama kali ditemukan, mulai dari perubahan konsep pengembangan, proses negosiasi, penyelesaian regulasi, hingga penyiapan infrastruktur pendukung.
Yang menjadi perhatian, seremoni peletakan batu pertama dijadwalkan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kehadiran Presiden menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap proyek yang menjadi salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional.
Dalam undangan resmi tersebut, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengundang para pemangku kepentingan untuk menghadiri prosesi bersejarah tersebut. Acara dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIT dengan seluruh tamu diminta hadir paling lambat satu jam sebelumnya.
Simbol Dimulainya Proyek Energi Raksasa Indonesia
Groundbreaking LNG Abadi Masela bukan sekadar seremoni pembangunan proyek. Momentum ini menjadi simbol dimulainya fase konstruksi salah satu proyek gas alam cair (LNG) terbesar di Indonesia yang telah dipersiapkan selama puluhan tahun.
Selama proses pengembangannya, proyek Masela mengalami berbagai dinamika, mulai dari perubahan skema pengembangan dari fasilitas terapung (Floating LNG) menjadi fasilitas darat (Onshore LNG), proses perizinan lintas kementerian, hingga penyelesaian aspek teknis dan investasi.
Kini, seluruh tahapan tersebut memasuki fase implementasi pembangunan fisik yang menjadi awal realisasi investasi energi bernilai miliaran dolar Amerika Serikat.
Dorong Ketahanan Energi dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), LNG Abadi Masela diproyeksikan memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan produksi gas nasional, memperkuat pasokan energi domestik, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia sebagai salah satu produsen LNG dunia.
Keberadaan proyek ini juga diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang luas, khususnya bagi kawasan Maluku dan Indonesia Timur melalui penciptaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, hingga tumbuhnya industri penunjang sektor migas.
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi.
Dengan dimulainya pembangunan fisik Lapangan Abadi, Indonesia resmi memasuki fase baru pengembangan salah satu proyek migas terbesar yang selama ini menjadi harapan pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat Indonesia Timur.