• Selasa, 13 Oktober 2026

Lapas Terbuka Kendal Gandeng Bank BJB Tingkatkan Budaya Pelayanan Prima

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 15 Juli 2026 | 13:37 WIB
Lapas Terbuka Kendal Gandeng Bank BJB Tingkatkan Budaya Pelayanan Prima
Lapas Terbuka Kendal Gandeng Bank BJB Tingkatkan Budaya Pelayanan Prima

KENDAL, MAHATVA.ID – Lapas Terbuka Kendal bekerja sama dengan Bank BJB menggelar Pelatihan Pelayanan Budaya Prima sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional, ramah, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Kegiatan berlangsung di Gedung Serba Guna Lapas Terbuka Kendal, Selasa (14/7/2026).

Pelatihan diikuti seluruh jajaran pegawai Lapas Terbuka Kendal sebagai bagian dari penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kegiatan menghadirkan Manajer Bisnis Konsumen dan Ritel Bank BJB Kantor Cabang Semarang, Ferry Indra Wijayanto, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan materi mengenai konsep pelayanan prima, komunikasi efektif, etika pelayanan, membangun kepercayaan publik, hingga pentingnya menciptakan pengalaman pelayanan yang positif bagi setiap pengguna layanan.

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu'man Fauzi, menegaskan bahwa kualitas pelayanan merupakan salah satu indikator utama keberhasilan reformasi birokrasi. Karena itu, peningkatan kompetensi aparatur harus terus dilakukan agar pelayanan yang diberikan semakin profesional, humanis, dan berintegritas.

"Pelayanan prima bukan hanya tentang memenuhi standar, tetapi bagaimana setiap petugas mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan memberikan kesan positif kepada masyarakat. Melalui pelatihan ini, saya berharap seluruh jajaran semakin memahami pentingnya budaya melayani sebagai bagian dari komitmen kita mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan berintegritas," ujar Nu'man Fauzi.

Sementara itu, Ferry Indra Wijayanto menjelaskan bahwa pelayanan yang unggul lahir dari budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh organisasi.

Menurutnya, pelayanan prima bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi menjadi budaya yang harus diwujudkan dalam setiap interaksi dengan masyarakat.

"Pelayanan prima bukan sekadar keterampilan, tetapi merupakan budaya yang harus diterapkan dalam setiap interaksi. Ketika seluruh pegawai memiliki orientasi untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pengguna layanan, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan citra organisasi pun semakin kuat," ungkap Ferry.

Melalui pelatihan ini, Lapas Terbuka Kendal berharap seluruh pegawai mampu mengimplementasikan nilai-nilai pelayanan budaya prima dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga tercipta pelayanan publik yang semakin responsif, profesional, dan memberikan kepuasan kepada masyarakat sesuai semangat reformasi birokrasi.

Pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Terbuka Kendal untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan melalui pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X