• Rabu, 14 Oktober 2026

Biodiesel B50, Sari Yuliati: Langkah Nyata Wujudkan Kemandirian Energi Nasional

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:17 WIB
Biodiesel B50, Sari Yuliati: Langkah Nyata Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
Biodiesel B50, Sari Yuliati: Langkah Nyata Wujudkan Kemandirian Energi Nasional

JAKARTA, MAHATVA.ID – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan, Sari Yuliati, memberikan apresiasi atas peluncuran implementasi Biodiesel B50 yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian energi nasional.

Menurut Sari Yuliati, kebijakan Biodiesel B50 bukan sekadar program sektor energi, melainkan langkah strategis yang mampu memperkuat ketahanan energi, meningkatkan nilai tambah industri nasional, serta mendorong kesejahteraan petani kelapa sawit.

"Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto beserta seluruh jajaran pemerintah atas komitmen dan keberanian dalam mempercepat implementasi Biodiesel B50. Ini merupakan kebijakan yang menunjukkan arah pembangunan nasional yang semakin berorientasi pada kemandirian, keberlanjutan, dan kepentingan nasional," ujar Sari Yuliati dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam sebagai sumber energi alternatif. Pemanfaatan biodiesel dinilai menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika pasar energi global.

Selain memperkuat ketahanan energi, implementasi Biodiesel B50 juga diyakini mampu menghemat devisa negara melalui pengurangan impor solar.

"Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, ketahanan energi menjadi salah satu fondasi utama kedaulatan negara. Karena itu, pengembangan biodiesel harus dipandang sebagai investasi strategis jangka panjang bagi masa depan Indonesia," tegasnya.

Sari Yuliati juga menekankan pentingnya implementasi Biodiesel B50 dilakukan secara bertahap dan terukur dengan didukung kesiapan infrastruktur distribusi, peningkatan kualitas produk, riset dan inovasi teknologi, serta sinergi antara pemerintah, BUMN, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat.

Menurutnya, pengembangan industri biodiesel harus tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan melalui tata kelola industri sawit yang baik, peningkatan produktivitas petani, serta daya saing produk Indonesia di pasar global.

Sebagai lembaga legislatif, DPR RI berkomitmen memberikan dukungan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar berbagai program strategis pemerintah di sektor energi dapat berjalan optimal.

"Kemandirian energi merupakan bagian dari cita-cita besar menuju Indonesia yang berdaulat, maju, dan berdaya saing. Implementasi Biodiesel B50 merupakan langkah konkret untuk mewujudkan visi tersebut. Kami di DPR RI akan terus mendukung kebijakan yang berpihak pada kepentingan nasional, memperkuat ketahanan energi, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia," pungkas Sari Yuliati.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X