ROTE NDAO, MAHATVA.ID – Di tengah keterbatasan akses listrik dan telekomunikasi di wilayah timur Indonesia, pendiri EIGER Adventure, Ronny Lukito, mengambil langkah nyata dengan membangun sekolah gratis bagi anak-anak di Desa Oesosole, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sekolah yang diberi nama Eagle School Rote itu mulai berdiri sejak tahun 2016 sebagai bentuk kepedulian terhadap pemerataan pendidikan di daerah terpencil yang saat itu masih minim fasilitas dasar.
Pada masa awal berdirinya sekolah, Desa Oesosole belum teraliri listrik dan akses komunikasi sangat terbatas. Bahkan, warga harus memanjat pohon untuk mendapatkan sinyal telepon.
Perjalanan menuju sekolah pun bukan perkara mudah. Dari Jakarta, perjalanan harus dilanjutkan dengan penerbangan menuju Kupang, kemudian menyeberang ke Pulau Rote menggunakan pesawat kecil atau kapal laut. Setelah tiba di pelabuhan, perjalanan darat masih memerlukan waktu beberapa jam hingga mencapai lokasi sekolah.
Meski berada di daerah terpencil, Eagle School Rote menghadirkan sistem pendidikan yang berkualitas.
Sekolah ini menyelenggarakan pendidikan mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) dengan menerapkan kurikulum internasional. Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar mengajar guna membekali para siswa menghadapi tantangan global sejak usia dini.
Memasuki hampir satu dekade perjalanannya, Eagle School Rote terus menjadi simbol harapan bagi anak-anak di Pulau Rote untuk memperoleh pendidikan yang layak sekaligus membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Komitmen Ronny Lukito melalui Eagle School Rote menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian sektor swasta terhadap pembangunan sumber daya manusia di daerah terpencil Indonesia.