• Rabu, 14 Oktober 2026

Jadi Beranda Presiden RI, Rudy Susmanto Gerakkan Keroyok Bareng Bebersih di Kabupaten Bogor

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 8 Juli 2026 | 14:49 WIB
Jadi Beranda Presiden RI, Rudy Susmanto Gerakkan Keroyok Bareng Bebersih di Kabupaten Bogor
Jadi Beranda Presiden RI, Rudy Susmanto Gerakkan Keroyok Bareng Bebersih di Kabupaten Bogor

BOGOR, MAHATVA.ID – Kabupaten Bogor terus berbenah. Sebagai wilayah yang menjadi beranda depan kediaman Presiden Republik Indonesia sekaligus daerah yang kerap menerima kunjungan tamu negara dan delegasi internasional, Pemerintah Kabupaten Bogor menggencarkan gerakan penataan lingkungan secara masif melalui aksi gotong royong bertajuk "Keroyok Bareng Bebersih."

Gerakan yang diinisiasi langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto tersebut menjadi langkah nyata untuk menghadirkan wajah Kabupaten Bogor yang bersih, hijau, nyaman, dan representatif sebagai salah satu etalase Indonesia di mata dunia.

Program ini menyasar seluruh wilayah Kabupaten Bogor yang terdiri dari 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan.

Aksi perdana dimulai dari kawasan Jalan Cijayanti–Bojong Koneng, kemudian berlanjut pada Senin (6/7/2026) dengan fokus penataan kawasan pusat pemerintahan, mulai dari Masjid Baitul Faizin, Alun-Alun Kabupaten Bogor, Taman Siliwangi, hingga sepanjang ruas Jalan Raya Bogor–Jakarta yang berbatasan dengan Kota Depok dan Kota Bogor.

Bupati Rudy Susmanto menegaskan, luasnya wilayah Kabupaten Bogor membuat pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menjaga kebersihan dan estetika lingkungan.

Menurutnya, dibutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar gerakan ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Kalau satu desa saja membutuhkan waktu kurang lebih lima hari, atau katakanlah satu hari, maka butuh 416 hari untuk menyelesaikan semuanya. Padahal satu tahun hanya ada 365 hari. Maka dari itu kuncinya adalah gotong royong bersama-sama," tegas Rudy Susmanto.

Ia menilai budaya gotong royong merupakan solusi paling efektif untuk menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap wilayahnya masing-masing.

Untuk mempercepat penataan wilayah, Rudy memperkenalkan konsep "Keroyok Bareng Bebersih", yakni gerakan kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, kecamatan, desa, aparatur, komunitas, hingga masyarakat secara bersama-sama.

Menurut Rudy, keberhasilan program bukan ditentukan oleh banyaknya personel yang bekerja, melainkan oleh kepemimpinan dan koordinasi yang baik.

"Kuantitas personel memang penting, tetapi tanpa arahan kepemimpinan yang kuat dampaknya akan minim. Sebaliknya, meski hanya melibatkan sepuluh orang, pekerjaan bisa selesai dengan cepat apabila instruksi jelas dan koordinasi berjalan dengan baik," ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi menjadi faktor utama agar pekerjaan di lapangan dapat berjalan efektif dan tidak berulang.

Lebih jauh, Rudy menegaskan bahwa target utama gerakan ini bukan hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi membangun sistem pemeliharaan kebersihan yang berkelanjutan.

Menurutnya, kebersihan hanyalah hasil akhir, sedangkan yang paling penting adalah terbentuknya budaya kerja dan kolaborasi yang terus berjalan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X