• Rabu, 14 Oktober 2026

SKK Migas Percepat Pengeboran Migas di Bojonegoro, Demak, dan Grobogan, Potensi 23 Juta Barel Minyak

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 7 Juli 2026 | 23:19 WIB
SKK Migas Percepat Pengeboran Migas di Bojonegoro, Demak, dan Grobogan, Potensi 23 Juta Barel Minyak
SKK Migas Percepat Pengeboran Migas di Bojonegoro, Demak, dan Grobogan, Potensi 23 Juta Barel Minyak

JAKARTA, MAHATVA.ID – Upaya percepatan peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional terus dilakukan. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan telah ditandatangani kesepakatan bersama lintas kementerian, pemerintah daerah, dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk mempercepat proses pengeboran sejumlah sumur strategis di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kesepakatan tersebut melibatkan Kantor Staf Presiden (KSP), SKK Migas, Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Demak, dan Grobogan, serta para operator migas.

Djoko Siswanto menjelaskan, terdapat tiga proyek pengeboran prioritas yang akan segera direalisasikan.

Proyek pertama adalah KKW yang dikelola ExxonMobil Cepu di Kabupaten Bojonegoro dengan kebutuhan lahan sekitar 0,6 hektare.

Selanjutnya, pengeboran Sumur BGE-1 yang dikelola Pertamina EP (PEP) di Kabupaten Bojonegoro membutuhkan lahan sekitar 3,5 hektare.

Kemudian, proyek Sumur RBG-5, RBG-6, dan RBG-7 yang dioperasikan TIS Petroleum akan dilaksanakan di Kabupaten Demak dan Grobogan dengan total kebutuhan lahan sekitar 4,4 hektare.

Menurut Djoko, ketiga proyek tersebut memiliki potensi sumber daya yang sangat besar bagi ketahanan energi nasional.

"Adapun total potensi cadangan migasnya mencapai sekitar 23 juta barel minyak dan 1,5 triliun kaki kubik (TCF) gas, atau setara dengan potensi produksi sekitar 35.000 barel minyak per hari (BOPD) dan 450 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD)," ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antarinstansi menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan perizinan, pengadaan lahan, hingga kesiapan operasional di lapangan sehingga kegiatan pengeboran dapat segera dimulai.

Djoko juga mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan terhadap percepatan proyek-proyek strategis tersebut.

"Mohon dukungan dan doa. Insya Allah seluruh proses berjalan lancar dan kegiatan pengeboran dapat segera dimulai secepatnya," kata Djoko Siswanto.

Percepatan pengembangan lapangan migas ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan produksi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik. Dukungan lintas kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku industri diharapkan mampu mempercepat realisasi target produksi migas nasional dalam beberapa tahun mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X