• Rabu, 14 Oktober 2026

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, 154 Warga Kabupaten Tangerang Terserang ISPA Akibat Asap Pekat

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 3 Juli 2026 | 16:49 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, 154 Warga Kabupaten Tangerang Terserang ISPA Akibat Asap Pekat
Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, 154 Warga Kabupaten Tangerang Terserang ISPA Akibat Asap Pekat

Tangerang, MAHATVA.ID – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, masih belum berhasil dipadamkan hingga memasuki hari ketiga. Dampak kebakaran tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat. Sebanyak 154 warga dilaporkan mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap tebal yang menyelimuti kawasan sekitar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, membenarkan jumlah warga yang terdampak tersebut. Menurutnya, seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis dan menjalani perawatan jalan.

"Iya betul. Itu pasien rawat jalan, sudah kembali ke rumah," ujar Hendra Tarmizi, Kamis (2/7/2026).

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran, untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau tenggorokan akibat paparan asap.

"Agar warga selalu memakai masker jika ada asap serta periksa ke pelayanan kesehatan terdekat jika ada keluhan," tambah Hendra.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) langsung menerjunkan tim ke lokasi kebakaran guna memantau kondisi udara serta dampaknya terhadap masyarakat.

Tim yang diterjunkan terdiri atas Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, serta Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3).

Dalam keterangannya, KLH menyatakan bahwa pemantauan kualitas udara menunjukkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

"Kami memahami kekhawatiran masyarakat, khususnya terhadap dampak asap dan penurunan kualitas udara. Sebagai bentuk respons cepat, KLH/BPLH telah menerjunkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan, mengawal proses mitigasi, dan memastikan penanganan berjalan sesuai protokol keselamatan," demikian pernyataan resmi Biro Hubungan Masyarakat KLH/BPLH.

Hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2,5 mencapai lebih dari 1.000 mikrogram per meter kubik, jauh di atas ambang batas aman dan masuk kategori berbahaya.

Atas kondisi tersebut, KLH meminta adanya pembatasan aktivitas masyarakat di sejumlah area terdampak demi mengurangi risiko kesehatan.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, kebakaran diduga dipicu oleh suhu panas ekstrem yang menyebabkan munculnya titik api di dalam timbunan sampah sebelum akhirnya menjalar ke area yang lebih luas.

Proses pemadaman juga menghadapi tantangan besar karena tinggi timbunan sampah di TPA Jatiwaringin diperkirakan mencapai 20 hingga 30 meter, sehingga api sulit dipadamkan secara menyeluruh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X