Sebelum dipindahkan, masyarakat setempat masih menjalankan berbagai ritual yang berkaitan dengan prasasti tersebut. Namun setelah benda budaya itu hilang dari lingkungan masyarakat, berbagai pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun ikut terputus.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bukan sekadar menyelamatkan benda fisik, tetapi juga menjaga keberlangsungan tradisi, nilai, dan identitas budaya masyarakat.
Bonnie berharap Panitia Kerja Pelindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya dapat merumuskan kebijakan yang lebih inklusif dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam pelestarian budaya.
Menurutnya, tata kelola yang partisipatif akan memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap warisan budaya sekaligus menciptakan keseimbangan antara pelestarian, pengembangan wilayah, kesejahteraan masyarakat, dan sektor pariwisata.
"Bisakah kita mencari terobosan agar tata kelola cagar budaya melibatkan masyarakat, bukan hanya karena motif ekonomi, tetapi juga karena aspek kultural sehingga mereka merasa memiliki, menjaga, dan merawat warisan budaya tersebut," tegas Bonnie Triyana.
Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut sejalan dengan berbagai pedoman internasional mengenai pelestarian warisan budaya yang menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dalam menjaga keberlanjutan situs dan benda budaya.