Saat ini, PLN EPI telah mengembangkan fasilitas produksi biomassa di Tasikmalaya dan Ciamis melalui kolaborasi dengan petani, koperasi, BUMDes, UMKM, BUMD, dan mitra swasta.
Secara keseluruhan, pengembangan bioenergi hingga 2030 diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp5,1 triliun, menambah penerimaan negara hingga Rp670 miliar, memanfaatkan 20 juta ton limbah, serta menciptakan sekitar 150 ribu lapangan kerja hijau.
DEN Dorong Pembentukan Indeks Harga Bioenergi Nasional
Meski prospeknya menjanjikan, industri bioenergi masih menghadapi tantangan terkait kepastian harga dan penguatan rantai pasok.
Untuk itu, PLN EPI mengusulkan pembentukan Indonesian Bioenergy Index (IBI) sebagai acuan harga nasional bioenergi yang lebih independen dan mampu memberikan kepastian pasar.
Usulan tersebut mendapat perhatian dari DEN. Satya Widya Yudha menyampaikan tiga langkah strategis yang akan didorong, yakni memperkuat kebijakan lintas sektor, mempercepat sinkronisasi infrastruktur energi dan logistik biomassa, serta membentuk forum koordinasi strategis dari hulu hingga hilir.
Dengan potensi biomassa yang melimpah dan dukungan regulasi yang semakin kuat, bioenergi dinilai memiliki peluang besar menjadi motor utama transisi energi Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional menuju target Net Zero Emissions 2060.