Jakarta, MAHATVA.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) semakin serius mengembangkan bioenergi sebagai salah satu pilar utama ketahanan energi nasional. Selain menjaga ketersediaan energi, pemanfaatan bioenergi juga dinilai strategis dalam mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060 yang dicanangkan pemerintah.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, saat melakukan audiensi dengan Dewan Energi Nasional (DEN) yang dihadiri sejumlah anggota DEN, termasuk Satya Widya Yudha, Johni Jonathan Numberi, Mohamad Fadhil Hasan, Sripeni Inten Cahyani, Muhammad Kholid Syeirazi, Surono, Unggul Priyanto, dan Saleh Abdurrahman.
Hokkop menjelaskan, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar. Dari sektor agroindustri saja, potensi biomassa nasional diperkirakan mencapai sekitar 80 juta ton per tahun. Namun, pemanfaatannya hingga kini masih belum optimal.
“Saat ini sekitar 20 juta ton biomassa dimanfaatkan setiap tahun, tetapi sebagian besar untuk kebutuhan industri dan pasar ekspor. Sementara kebutuhan biomassa untuk pembangkit PLN pada 2025 baru sekitar 2,35 juta ton,” ujar Hokkop.
Ia mengungkapkan, ekspor biomassa Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun, sehingga masih tersedia ruang yang sangat besar untuk mengoptimalkan pemanfaatan biomassa bagi kebutuhan energi dalam negeri.
Cofiring Biomassa Jadi Solusi Strategis
Anggota DEN, Johni Jonathan Numberi, menilai biomassa akan menjadi salah satu komponen penting dalam bauran energi nasional di masa depan.