• Jumat, 16 Oktober 2026

Indonesia Raih Peringkat Kedua Destinasi Wisata Ramah Muslim Dunia pada GMTI Awards 2026

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 7 Juni 2026 | 07:24 WIB
Indonesia Raih Peringkat Kedua Destinasi Wisata Ramah Muslim Dunia pada GMTI Awards 2026
Indonesia Raih Peringkat Kedua Destinasi Wisata Ramah Muslim Dunia pada GMTI Awards 2026

JAKARTA, MAHATVA.ID – Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor pariwisata internasional dengan meraih peringkat kedua sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026 yang digelar di Singapura.

Penghargaan tersebut diterima oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, yang mewakili Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, dalam acara yang berlangsung di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Kamis (18/6/2026).

Bayu Aji menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai destinasi wisata ramah Muslim yang kompetitif di tingkat global.

“Pada pemeringkatan tahun ini, Indonesia berhasil naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi kelima pada 2025,” ujar Bayu Aji.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada CrescentRating dan Mastercard sebagai penyelenggara GMTI 2026 yang secara konsisten mendorong pengembangan industri pariwisata ramah Muslim di dunia.

“Atas nama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi kepada CrescentRating dan Mastercard atas penyelenggaraan GMTI 2026. Indonesia berhasil meraih peringkat kedua sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year, meningkat dari posisi kelima pada tahun lalu,” katanya.

Raih Skor Tertinggi Sepanjang Keikutsertaan Indonesia

Dalam pemeringkatan GMTI 2026, Indonesia memperoleh skor 79, yang menjadi nilai tertinggi sepanjang partisipasi Indonesia dalam ajang tersebut.

Penilaian GMTI menggunakan kerangka ACES (Access, Communication, Environment, and Services) yang mencakup 17 indikator utama.

Pada aspek Access, penilaian meliputi konektivitas, kemudahan visa, serta infrastruktur transportasi. Sementara aspek Communication mencakup promosi destinasi, kemampuan bahasa, dan tingkat pemahaman para pemangku kepentingan terhadap kebutuhan wisatawan Muslim.

Aspek Environment menilai faktor keamanan, keberlanjutan, utilitas dasar, serta kenyamanan lingkungan destinasi. Sedangkan aspek Services mencakup ketersediaan makanan halal, fasilitas ibadah, layanan ramah Muslim di bandara, akomodasi yang sesuai kebutuhan wisatawan Muslim, hingga pengalaman wisata berbasis warisan budaya Islam.

Hasil Program Penguatan Pariwisata Ramah Muslim

Peningkatan peringkat Indonesia tidak lepas dari berbagai program strategis yang dijalankan Kementerian Pariwisata dalam beberapa tahun terakhir.

Program tersebut antara lain penguatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil di desa wisata, pengembangan 15 destinasi unggulan melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 bekerja sama dengan Bank Indonesia, penguatan promosi melalui platform Indonesia.travel, hingga penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pengembangan destinasi wisata ramah Muslim.

Upaya tersebut dinilai berhasil menciptakan ekosistem pariwisata yang semakin inklusif, berkualitas, dan mampu memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim dari berbagai negara.

Optimistis Kembali Menjadi Nomor Satu Dunia

Bayu Aji optimistis Indonesia mampu terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat daya saing sehingga dapat kembali menduduki posisi puncak pada GMTI tahun mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X