• Kamis, 15 Oktober 2026

Menko AHY Gaungkan Gerakan “Ayo Muliakan Sungai”, Dorong Green Corridor di Sepanjang Ciliwung

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 20 Juni 2026 | 02:12 WIB
Menko AHY Gaungkan Gerakan “Ayo Muliakan Sungai”, Dorong Green Corridor di Sepanjang Ciliwung
Menko AHY Gaungkan Gerakan “Ayo Muliakan Sungai”, Dorong Green Corridor di Sepanjang Ciliwung

BOGOR, MAHATVA.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menggaungkan gerakan “Ayo Muliakan Sungai” melalui aksi susur dan bersih-bersih Sungai Ciliwung bersama berbagai komunitas lingkungan di kawasan Bumi Cibinong Endah, Kabupaten Bogor.

Kegiatan tersebut diawali dengan menyusuri aliran Sungai Ciliwung sambil membersihkan sampah yang berada di bantaran maupun di badan sungai. AHY kemudian berdialog bersama komunitas lingkungan, relawan, generasi muda, pelaku UMKM, hingga keluarga besar Yayasan Bambu Indonesia yang dipimpin Abah Jatnika.

Menurut AHY, gerakan tersebut bukan sekadar aksi simbolis, melainkan sebuah gerakan moral yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

“Mari muliakan sungai bersama-sama. Karena tanpa keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat yang berada di sepanjang aliran sungai, upaya ini tidak akan berhasil. Sungai harus tetap bersih dan menjadi sumber kehidupan sebagai urat nadi bangsa,” ujar AHY.

Siapkan Green Corridor Sepanjang 11 Kilometer

Dalam kesempatan itu, AHY mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembangunan green corridor atau koridor hijau di kawasan Muara Beres sepanjang sekitar 11 kilometer mengikuti aliran Sungai Ciliwung.

Kawasan tersebut direncanakan menjadi ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berjalan kaki, jogging, hingga aktivitas wisata berbasis lingkungan.

Menurutnya, proyek tersebut akan menjadi pilot project penataan kawasan sungai yang mengedepankan keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

“Kami melihat ada sekitar 11 kilometer kawasan yang dapat dirapikan, dibersihkan, dan dibangun menjadi green corridor. Nantinya bisa menjadi ruang hijau yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menghidupkan kembali kawasan sungai,” katanya.

AHY menjelaskan, manfaat pembangunan green corridor tidak hanya untuk mempercantik kawasan, tetapi juga mendukung pengurangan sampah rumah tangga, menekan emisi karbon, serta menjaga keanekaragaman hayati di sepanjang Sungai Ciliwung.

Meski demikian, nilai investasi dan skema pembiayaan proyek tersebut masih dalam tahap perhitungan dan pembahasan lebih lanjut.

Tata Ruang Harus Jadi Panglima Pembangunan

Menanggapi maraknya pembangunan perumahan yang berdampak pada persoalan sampah dan limbah rumah tangga ke sungai, AHY menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap tata ruang wilayah.

Menurutnya, pemerintah telah memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang mengatur kawasan mana yang boleh dibangun dan kawasan mana yang harus tetap dilindungi.

“Tata ruang harus menjadi panglima pembangunan. Harus jelas mana kawasan untuk perumahan, mana yang harus menjadi ruang terbuka hijau, mana untuk sawah demi ketahanan pangan, dan mana yang diperuntukkan bagi industri maupun transportasi,” tegasnya.

AHY menilai pelanggaran tata ruang menjadi salah satu penyebab berbagai persoalan lingkungan seperti banjir, longsor, pendangkalan sungai, hingga kerusakan ekosistem.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X