• Kamis, 15 Oktober 2026

Lapas Terbuka Kendal Siapkan Lahan 2.700 Meter Persegi untuk Budidaya Terong Ungu

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 19 Juni 2026 | 19:09 WIB
Lapas Terbuka Kendal Siapkan Lahan 2.700 Meter Persegi untuk Budidaya Terong Ungu
Lapas Terbuka Kendal Siapkan Lahan 2.700 Meter Persegi untuk Budidaya Terong Ungu


KENDAL, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal terus memperkuat program pembinaan kemandirian berbasis pertanian produktif. Salah satu langkah yang kini dilakukan adalah menyiapkan lahan seluas 2.700 meter persegi untuk budidaya terong ungu sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas pertanian, tetapi juga memberikan bekal keterampilan praktis bagi warga binaan agar memiliki kemampuan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat.

Persiapan lahan dilakukan secara bertahap dan terencana dengan menerapkan teknik budidaya yang baik. Tahap awal dimulai dari pengolahan tanah menggunakan traktor guna menggemburkan tanah sekaligus memperbaiki struktur lahan agar lebih siap untuk ditanami.

Setelah proses pengolahan tanah selesai, lahan dibentuk menjadi bedengan dengan lebar sekitar 90 sentimeter. Pembuatan bedengan dilakukan untuk mempermudah proses perawatan tanaman serta menjaga sistem drainase tetap optimal selama masa budidaya.

Selanjutnya, setiap bedengan dibuat lubang tanam secara teratur. Pada setiap lubang tersebut ditaburkan kapur dolomit yang berfungsi untuk menetralkan tingkat keasaman tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara, serta menciptakan kondisi tumbuh yang ideal bagi tanaman terong ungu.

Sebagai sumber nutrisi awal, petugas bersama warga binaan memberikan pupuk dasar berupa Fertiphos yang dicampur dengan pupuk kompos matang dengan perbandingan 1:3. Campuran pupuk tersebut dimasukkan ke dalam lubang tanam dan ditutup kembali menggunakan tanah agar unsur hara dapat tersimpan dengan baik di sekitar area perakaran tanaman.

Setelah proses pemupukan selesai, lahan disiram guna menjaga kelembapan tanah serta membantu proses pelarutan unsur hara yang dibutuhkan tanaman pada fase awal pertumbuhan.

Tahapan berikutnya adalah pemasangan mulsa plastik pada seluruh bedengan. Penggunaan mulsa memiliki berbagai manfaat, antara lain menjaga kelembapan tanah, mengurangi pertumbuhan gulma, serta membantu menjaga kestabilan suhu di sekitar akar tanaman.

Sebelum proses penanaman dilakukan, lahan akan didiamkan selama tiga hingga lima hari. Masa inkubasi tersebut diperlukan agar pupuk dasar dapat terurai secara optimal dan menjadi cadangan nutrisi yang siap diserap oleh bibit terong ungu saat ditanam.

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menjelaskan bahwa kegiatan budidaya ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mengoptimalkan lahan produktif sebagai sarana pembinaan warga binaan.

“Setiap tahapan budidaya, mulai dari pengolahan lahan hingga pemeliharaan tanaman, menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk memahami praktik pertanian yang baik dan benar sehingga mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas,” ujar Nu’man Fauzi.

Menurutnya, program pertanian produktif tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang efektif untuk membentuk kemandirian, kedisiplinan, dan etos kerja warga binaan.

Dengan persiapan yang matang dan penerapan teknik budidaya yang tepat, Lapas Terbuka Kendal optimistis budidaya terong ungu di lahan seluas 2.700 meter persegi tersebut dapat menghasilkan panen yang optimal sekaligus menjadi salah satu program unggulan dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta pembinaan kemandirian warga binaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X