• Kamis, 15 Oktober 2026

Menlu Sugiono Sambut Kepulangan 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla, Korban Penahanan Israel Mengaku Disiksa

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 25 Mei 2026 | 13:07 WIB
Menlu Sugiono Sambut Kepulangan 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla, Korban Penahanan Israel Mengaku Disiksa
Menlu Sugiono Sambut Kepulangan 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla, Korban Penahanan Israel Mengaku Disiksa

TANGERANG, MAHATVA.ID – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyambut langsung kepulangan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 yang sebelumnya ditangkap pasukan Israel saat membawa bantuan menuju Gaza, Palestina.

Penyambutan dilakukan di Terminal 3 Bandara Internasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (24/5/2026).

Dalam keterangannya, Sugiono menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh relawan Indonesia dan memastikan pemerintah akan memberikan penanganan lanjutan bagi para korban yang mengalami trauma fisik maupun psikologis.

“Terima kasih, selamat datang kembali, selamat berkumpul dengan keluarga. Dari laporan, ada beberapa rekan kita yang mengalami trauma fisik yang akan juga ditangani lebih lanjut,” ujar Sugiono.

Menlu juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang membantu proses pembebasan hingga pemulangan para relawan, termasuk pemerintah Turki, Yordania, dan Mesir.

“Khusus ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Turki, Yordania, dan Mesir yang juga telah membantu, terlebih pemerintah Turki yang membantu penjemputan saudara-saudara kita dari Ashdod,” katanya.

Kesembilan relawan tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 16.25 WIB dengan mengenakan keffiyeh atau syal khas Palestina.

Kedatangan mereka disambut haru oleh keluarga, kerabat, dan simpatisan yang membawa spanduk serta bendera Palestina di area terminal kedatangan internasional.

Para relawan sebelumnya ditahan Israel setelah kapal-kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dicegat pasukan Israel pada Senin (18/5/2026).

Operasi pencegatan dilakukan secara bertahap terhadap sejumlah kapal bantuan kemanusiaan yang membawa relawan internasional menuju Gaza.

Seluruh relawan, termasuk sembilan WNI, akhirnya dibebaskan pada Kamis (21/5/2026) waktu setempat dan dipulangkan melalui Turki menggunakan pesawat yang difasilitasi otoritas setempat.

Sejumlah relawan Indonesia mengaku mengalami perlakuan tidak manusiawi selama berada dalam tahanan Israel.

Salah satu relawan, Herman Budianto Sudarson, mengungkapkan banyak relawan internasional mengalami cedera serius akibat tindakan kekerasan.

“Banyak sekali yang mengalami cedera berat, rusuk patah, patah tangan, patah kaki, patah hidung, ada yang ditembak dan seterusnya,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X