• Sabtu, 17 Oktober 2026

Mediasi Konflik Adodo-Awear Berhasil Redam Ketegangan, Jalur Hukum dan Adat Dikawal

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 13 Mei 2026 | 04:46 WIB
Mediasi Konflik Adodo-Awear Berhasil Redam Ketegangan, Jalur Hukum dan Adat Dikawal
Mediasi Konflik Adodo-Awear Berhasil Redam Ketegangan, Jalur Hukum dan Adat Dikawal

MAHATVA.ID -Potensi konflik sosial antara Desa Adodo Fordata dan Desa Awear, Kecamatan Fordata, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, berhasil diredam melalui mediasi intensif yang difasilitasi unsur Muspika Fordata di Kantor Camat Fordata, Desa Romean, Sabtu (9/5/2026) pukul 17.10 WIT. 

Kesepakatan damai yang dicapai menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan, sementara rekonsiliasi adat dikawal ketat demi mencegah meluasnya konflik horizontal di tengah masyarakat.


Mediasi digelar menyusul kasus penganiayaan di kawasan Waatbinan, Awear Lama, pada Jumat (8/5/2026) yang sempat memicu ketegangan antarwarga kedua desa. Aparat kepolisian bersama pemerintah kecamatan bergerak cepat membuka ruang dialog guna memutus potensi aksi balasan dan menjaga stabilitas keamanan wilayah Fordata.


Langkah cepat itu mempertemukan unsur kepolisian, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, dan aparat keamanan dalam satu forum bersama yang menitikberatkan penyelamatan persaudaraan masyarakat serta pengendalian situasi sosial.

Hasil mediasi kemudian dituangkan dalam “Surat Pernyataan Kesepakatan” yang ditandatangani kedua kepala desa bersama unsur adat dan aparat pemerintah sebagai bentuk komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Salah satu poin utama dalam kesepakatan tersebut menegaskan bahwa kasus penganiayaan sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.


“Permasalahan penganiayaan yang terjadi diserahkan kepada pihak yang berwajib untuk diproses secara hukum,” demikian bunyi poin pertama dalam dokumen kesepakatan.


Penegasan itu menjadi sinyal kuat bahwa penyelesaian persoalan ditempuh melalui jalur hukum dan dialog, bukan mobilisasi massa maupun tindakan balasan yang berpotensi memperbesar luka sosial di tengah masyarakat Fordata.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X