Timika,MAHATVA.ID -Kodim 1710/Mimika memastikan bahwa isu dugaan intimidasi terhadap pihak gereja di Keuskupan Timika, Papua Tengah, yang sempat viral di media sosial, adalah tidak benar.
Klarifikasi ini disampaikan Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1710/Mimika, Mayor Inf Abdul Munir, usai pertemuan kedua dengan pihak keuskupan di Aula Keuskupan Bobaigo, SP2, Timika, Rabu (29/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan khidmat itu menjadi titik terang atas polemik yang berkembang di ruang publik. Kodim 1710/Mimika memastikan bahwa tidak ditemukan unsur intimidasi maupun tindakan tidak pantas terhadap pastor atau lingkungan gereja.
“Kami berterima kasih karena pihak gereja menerima kami dengan baik dan penuh pengertian. Permohonan maaf kami juga telah diterima secara terbuka,” ujar Mayor Abdul Munir.
Ia menyatakan, hasil klarifikasi langsung dengan pastor setempat serta investigasi internal membuktikan bahwa narasi intimidasi yang beredar tidak sesuai fakta. Informasi tersebut disebut sebagai hoaks yang berkembang akibat kesimpangsiuran informasi di media sosial.
“Kami sudah melakukan klarifikasi dan investigasi internal. Berdasarkan bukti dan keterangan pastor, isu itu tidak benar,” tegasnya.
Hasil penelusuran internal TNI menunjukkan bahwa insiden yang sempat terjadi dipicu oleh miskomunikasi di lapangan. Dalam situasi tersebut, terdapat anggota yang bertindak di luar prosedur akibat sikap berlebihan saat menjalankan tugas pengamanan.
“Ini murni kesalahpahaman. Ada anggota yang terlalu bersemangat sehingga bertindak di luar ketentuan,” jelasnya.