• Senin, 19 Oktober 2026

Program Sekolah Maung Dedi Mulyadi Dapat Mendukung Akademisi, Siap Cetak Generasi Unggul Berbasis Kearifan Lokal

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 26 April 2026 | 15:07 WIB
Program Sekolah Maung Dedi Mulyadi Dapat Mendukung Akademisi, Siap Cetak Generasi Unggul Berbasis Kearifan Lokal
Program Sekolah Maung Dedi Mulyadi Dapat Mendukung Akademisi, Siap Cetak Generasi Unggul Berbasis Kearifan Lokal

Bandung, MAHATVA.ID – Program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang diinisiasi Dedi Mulyadi mendapat dukungan luas dari kalangan akademisi, perguruan tinggi, hingga komunitas alumni sekolah. Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mencetak generasi unggul berbasis kearifan lokal.

Perwakilan Komite SMAN 3 Bandung sekaligus dosen Universitas Pendidikan Indonesia, Isma Widiaty, menyampaikan apresiasi terhadap konsep Sekolah Maung.

“Konsep Sekolah Maung merupakan pengembangan dari Sekolah Garuda Transformatif, sebagai terobosan untuk memfasilitasi anak-anak dengan potensi kecerdasan di atas rata-rata,” ujarnya usai rapat kerja di Kantor Disdik Jabar, Rabu (22/4/2026).

Isma berharap Sekolah Maung memiliki keunikan dengan tetap dihilangkan pada budaya Sunda. Ia menekankan pentingnya pembenahan sistem penerimaan siswa, peningkatan kualitas guru, kurikulum, serta sarana-prasarana.

Dukungan serupa disampaikan Ahmad Yani dari Universitas Pendidikan Indonesia. Ia menilai program ini sebagai inovasi pendidikan yang menjadikan kearifan lokal sebagai kekuatan utama.

“Kami melihat konsep Sekolah Maung ini sangat luar biasa karena mengangkat kearifan lokal sebagai kekuatan utama,” katanya.

Ia juga menegaskan kesiapan UPI untuk terlibat langsung dalam pengembangan kurikulum hingga konsep pembelajaran.

Dari Institut Teknologi Bandung, Fatimah Arofiati Noor menyatakan komitmen institusinya dalam meningkatkan kompetensi siswa dan guru di Jawa Barat.

“Kami berkomitmen untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas siswa serta tenaga pendidik agar mampu bersaing di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, pakar Universitas Padjadjaran, Erli Sarilita, menilai program ini penting dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang STEM.

“Kami berharap program ini mampu mencetak generasi dengan daya saing tinggi, baik untuk pendidikan dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari alumni unsur. Ketua Harian Ikatan Alumni SMAN 3 Bandung, Gun Gun Saptari Hidayat, menyebut program ini sebagai momentum penting bagi kemajuan pendidikan di Jawa Barat.

“Ini menjadi momentum penting agar pendidikan di Jawa Barat semakin maju dan berdampak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah berawal dari kualitas pendidikan. Program Sekolah Maung diharapkan menjadi titik awal kebangkitan pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul dan berdaya saing global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X