• Senin, 19 Oktober 2026

SPPG Polri Pejaten Uji Coba MBG Prasmanan di SMA Kemala Bhayangkari, Gabungkan Gizi dan Edukasi Karakter

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 23 April 2026 | 15:12 WIB
SPPG Polri Pejaten Uji Coba MBG Prasmanan di SMA Kemala Bhayangkari, Gabungkan Gizi dan Edukasi Karakter
SPPG Polri Pejaten Uji Coba MBG Prasmanan di SMA Kemala Bhayangkari, Gabungkan Gizi dan Edukasi Karakter

JAKARTA, MAHATVA.ID – SPPG Polri Pejaten menghadirkan inovasi dalam penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di SMA Kemala Bhayangkari 1, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026).

Pendekatan ini menjadi terobosan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengalaman belajar siswa. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, dengan penyajian prasmanan dimulai pukul 09.30 WIB dan diikuti oleh 336 siswa dalam tahap simulasi.

Menu MBG yang disajikan terdiri dari nasi putih, lele crispy, tahu bumbu kuning, tumis buncis wortel, serta buah pisang. Seluruh menu disusun oleh ahli gizi untuk memastikan keseimbangan nutrisi bagi para pelajar.

Dari total sembilan sekolah penerima manfaat, sistem prasmanan saat ini baru diterapkan di satu sekolah sebagai percontohan. Sementara itu, total distribusi MBG dari SPPG Polri Pejaten mencapai 2.606 porsi ke berbagai jenjang pendidikan.

Kepala SPPG Polri Pejaten, Muhammad Iqbal Salim, menyampaikan bahwa sistem prasmanan menjadi bagian dari pendekatan edukatif yang lebih luas.

“Melalui sistem ini, siswa tidak hanya menerima makanan, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, serta membangun kebersamaan melalui budaya antre dan pengambilan porsi sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatgas MBG Polri, Nurworo Danang, menegaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk memberikan dampak lebih luas bagi pelajar.

“Penyajian MBG secara prasmanan ini merupakan terobosan inovasi penyaluran makanan yang lebih dinamis. Tidak hanya memberikan asupan gizi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang membangun kebersamaan, tanggung jawab, kesabaran, dan disiplin,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa aspek edukasi menjadi bagian penting dalam program MBG sebagai upaya menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Dalam pelaksanaannya, standar keamanan pangan tetap menjadi prioritas melalui uji organoleptik oleh ahli gizi serta pengujian food safety oleh tim Dokpol. Sistem antrean tertib juga diterapkan guna memastikan distribusi berjalan lancar sekaligus melatih disiplin siswa.

Program ini juga melibatkan pelaku UMKM dan penggunaan bahan pangan lokal sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat.

Secara nasional, program MBG Polri terus berkembang dengan total 1.333 unit operasional yang terdiri dari 661 unit aktif, 170 tahap persiapan, dan 502 tahap pembangunan. Ke depan, direncanakan penambahan 170 unit di wilayah terpencil sehingga total mencapai 1.503 unit.

Hasil evaluasi dari uji coba ini akan menjadi dasar pengembangan pola pelayanan MBG yang lebih adaptif, tidak hanya dalam pemenuhan gizi, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X