• Senin, 19 Oktober 2026

Maruarar Sirait Targetkan 40 Ribu Rumah BSPS di Jabar, Fokus Berantas Rutilahu dan Rentenir

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 14 April 2026 | 15:06 WIB
Maruarar Sirait Targetkan 40 Ribu Rumah BSPS di Jabar, Fokus Berantas Rutilahu dan Rentenir
Maruarar Sirait Targetkan 40 Ribu Rumah BSPS di Jabar, Fokus Berantas Rutilahu dan Rentenir

Bandung, MAHATVA.ID — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terus mendorong percepatan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dengan target 40 ribu rumah di Jawa Barat pada tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, saat kunjungan kerja di SMA Negeri 1 Katapang, Senin (13/4/2026) malam. Program BSPS sendiri merupakan upaya pemerintah dalam menangani rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Target bedah rumah 40.000 rumah tahun ini di Jawa Barat,” ujar Ara.

Khusus di Kabupaten Bandung, pemerintah menargetkan sebanyak 1.200 rumah akan mendapatkan bantuan perbaikan melalui program tersebut. Ara menyebut program ini dilaksanakan secara kolaboratif lintas pihak.

“Ya kami bahagia sekali. Ada 1.200 rumah yang akan kami perbaiki untuk rakyat miskin di Kabupaten Bandung,” ungkapnya.

Selain program perumahan, Ara juga menyoroti keberhasilan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mendukung pelaku UMKM. Ia menyebut terdapat penyaluran KUR senilai sekitar Rp50 miliar dengan bunga rendah.

Bahkan, pemerintah tengah mendorong skema KUR Perumahan dengan bunga ringan sebesar 0,5 persen per bulan atau sekitar 6 persen per tahun, tanpa agunan untuk pinjaman di bawah Rp100 juta.

“Kami ingin melawan rentenir. Dengan bunga rendah dan tanpa jaminan, masyarakat punya akses pembiayaan yang lebih mudah,” tegasnya.

Ara menambahkan, program ini diharapkan dapat membantu masyarakat keluar dari jeratan rentenir serta meningkatkan kesejahteraan melalui akses pembiayaan yang lebih adil dan terjangkau.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa penanganan sektor perumahan dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk bantuan rutilahu dan pembangunan hunian vertikal.

Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan apartemen di sejumlah wilayah seperti Bekasi, Depok, Bogor, hingga Bandung sebagai solusi keterbatasan lahan.

“Setiap kawasan industri ke depan wajib menyiapkan apartemen untuk karyawan. Kita tidak bisa lagi mengandalkan alih fungsi lahan,” ujar Dedi.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan komitmennya dalam mengawal program Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penyediaan rumah layak bagi masyarakat.

Ia menyebut target awal bantuan rutilahu di Kabupaten Bandung sebanyak 1.000 unit, yang kemudian ditingkatkan menjadi 1.200 unit melalui kolaborasi lintas pihak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X