• Selasa, 20 Oktober 2026

APBN Kuartal I 2026 Defisit Rp240,1 Triliun, Menkeu Tegaskan Sesuai Desain Fiskal

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 7 April 2026 | 14:18 WIB
APBN Kuartal I 2026 Defisit Rp240,1 Triliun, Menkeu Tegaskan Sesuai Desain Fiskal
APBN Kuartal I 2026 Defisit Rp240,1 Triliun, Menkeu Tegaskan Sesuai Desain Fiskal
  • Kepabeanan dan cukai: Rp67,9 triliun

  • Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): Rp112,1 triliun

  • Hibah: Rp100 miliar

  • Meski mengalami pertumbuhan, pendapatan negara masih belum mampu menutup lonjakan belanja yang terjadi pada periode awal tahun.

    Strategi Defisit untuk Stabilitas Ekonomi

    Purbaya menjelaskan bahwa desain APBN yang defisit merupakan strategi fiskal yang umum digunakan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan.

    Menurutnya, belanja negara memang dirancang agar terserap merata sepanjang tahun, sementara pendapatan cenderung terkumpul secara bertahap.

    “Kita monitor terus selama setahun akan seperti apa pendapatannya dan belanjanya. Jadi kita berhati-hati dalam hal ini,” katanya.

    Pemerintah memastikan akan menjaga defisit tetap dalam batas aman sesuai target APBN 2026, sekaligus mengoptimalkan penerimaan negara di tengah dinamika ekonomi global.

    Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
    di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
    Halaman:

    Editor: Redaksi Mahatva

    Terkini

    X