Proyek ini juga telah melalui tahap pra feasibility study (pra-FS) yang disusun oleh Satgas Hilirisasi dan diserahkan kepada Rosan Roeslani.
Dibangun di 18 Wilayah Indonesia
Rencana pembangunan kilang dan storage minyak akan tersebar di 18 wilayah strategis, antara lain:
Lhokseumawe, Sibolga, Natuna
Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya
Sampang, Pontianak, Bali (Badung)
Bima, Ende, Makassar, Donggala
Bitung, Ambon, Halmahera Utara, Fakfak
Dengan proyek ini, pemerintah ingin memastikan Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan yang memadai untuk mengantisipasi lonjakan impor maupun gangguan pasokan global.
Bahlil menegaskan bahwa pembangunan storage menjadi kunci dalam menjaga stabilitas energi nasional.
“Kalau impor banyak tapi tidak ada tempat penyimpanan, mau ditaruh di mana? Ini fakta yang harus segera kita selesaikan,” tegasnya.