Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026), Prabowo mencontohkan langkah yang diambil Pakistan yang menetapkan kebijakan critical measures untuk menghadapi dampak konflik AS-Iran.
“Ini hanya contoh. Saya kira kita juga harus mengupayakan penghematan,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa langkah penghematan perlu dipertimbangkan sejak dini agar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak semakin melebar akibat kenaikan harga minyak dunia.
Wacana Work From Home dan Pengurangan Hari Kerja
Selain pemotongan gaji pejabat negara, pemerintah juga membuka kemungkinan menerapkan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari strategi efisiensi.
Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi kemacetan sekaligus menekan konsumsi BBM secara signifikan.
“Misalnya berapa ASN dan pejabat tidak perlu ke kantor. Ini bisa mengurangi kemacetan sekaligus melaksanakan penghematan besar-besaran,” ujar Prabowo.
Presiden juga meminta para menteri koordinator untuk mengkaji kemungkinan pengurangan hari kerja dan berbagai langkah efisiensi lainnya, sebagaimana yang pernah dilakukan pemerintah saat menghadapi pandemi Covid-19.
“Kita dulu berhasil menghadapi Covid-19. Kita mampu melakukan itu,” katanya.
Pemerintah menegaskan bahwa berbagai opsi penghematan ini masih dalam tahap kajian dan akan diputuskan setelah melalui pembahasan lintas kementerian.