Mereka menduga pidato itu ditulis oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, karena gaya bahasa dan kalimat yang digunakan dinilai sangat mirip dengan pernyataan-pernyataannya.
Ketidakhadiran Mojtaba secara langsung serta tidak adanya rekaman audio dari pidato tersebut semakin memperkuat spekulasi di kalangan politik Iran.