• Rabu, 21 Oktober 2026

Putin Disebut Kirim Pesawat Militer Bawa Mojtaba Khamenei Berobat ke Moskow

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 17 Maret 2026 | 08:02 WIB
Putin Disebut Kirim Pesawat Militer Bawa Mojtaba Khamenei Berobat ke Moskow
Putin Disebut Kirim Pesawat Militer Bawa Mojtaba Khamenei Berobat ke Moskow

MAHATVA.ID – Presiden Rusia, Vladimir Putin, disebut mengerahkan pesawat militer Kremlin untuk membawa pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, ke Moskow guna menjalani perawatan medis setelah terluka akibat serangan militer.

Laporan tersebut disampaikan oleh media Kuwait Al Jarida yang mengutip sumber tingkat tinggi Iran yang dekat dengan Mojtaba.

Menurut sumber tersebut, Putin mengusulkan langsung kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, agar Mojtaba menjalani perawatan medis di Rusia. Usulan itu disampaikan saat pembicaraan antara kedua pemimpin pada Kamis (12/3).

Setelah mempertimbangkan kondisi kesehatan dan keamanan, para pejabat Iran akhirnya menyetujui tawaran tersebut.

“Mojtaba dipindahkan ke Moskow menggunakan pesawat militer Rusia dalam operasi yang sangat rahasia karena kondisi kesehatan dan keamanannya,” lapor Al Jarida, Minggu (15/3).

Mojtaba Khamenei dilaporkan mengalami luka dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari lalu. Serangan itu menyebabkan dirinya mengalami patah tulang pada kaki serta luka robek di wajah.

Sumber tersebut menyebutkan, setelah tiba di Moskow, Mojtaba langsung menjalani operasi bedah yang disebut berlangsung sukses. Saat ini ia masih menjalani pemulihan di sebuah rumah sakit swasta yang berada di kompleks salah satu istana kepresidenan Rusia.

Cedera yang dialami Mojtaba disebut cukup serius sehingga memerlukan fasilitas medis lengkap serta pemantauan intensif, sesuatu yang dinilai sulit diperoleh di Iran karena situasi perang yang sedang berlangsung.

Selain faktor medis, pertimbangan keamanan juga menjadi alasan utama. Israel disebut telah menjadikan Mojtaba sebagai salah satu target prioritas, sehingga perawatannya di luar Iran dianggap lebih aman.

Sumber di Yerusalem menyebut intelijen Israel meyakini luka Mojtaba kemungkinan jauh lebih parah dari yang sebelumnya dilaporkan.

Pada 4 Maret lalu, Al Jarida melaporkan bahwa Mojtaba mengalami luka di sisi kiri tubuhnya, mulai dari kepala hingga kaki, akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat serangan terjadi.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 12 Maret juga sempat mengindikasikan bahwa kondisi Mojtaba cukup parah. Trump bahkan menyebut pemimpin Iran itu “rusak” dan mengaku tidak yakin apakah Mojtaba masih hidup setelah serangan tersebut.

Dalam laporan yang sama, Al Jarida juga menyoroti pidato perdana Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi Iran yang menimbulkan berbagai spekulasi.

Seorang sumber Iran yang dekat dengan kelompok reformis menyebut ada kecurigaan mengenai siapa sebenarnya yang menulis pidato tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X