• Rabu, 21 Oktober 2026

Negosiasi LNG Blok Masela Mengerucut ke 5 Pembeli Global, Harga Hampir Disepakati

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:21 WIB
Negosiasi LNG Blok Masela Mengerucut ke 5 Pembeli Global, Harga Hampir Disepakati
Negosiasi LNG Blok Masela Mengerucut ke 5 Pembeli Global, Harga Hampir Disepakati

Setelah penandatanganan HOA/GSA, tahapan selanjutnya adalah negosiasi pembiayaan dengan lembaga keuangan internasional untuk mendukung investasi proyek Abadi Masela.

Pemerintah menargetkan Final Investment Decision (FID) proyek tersebut dapat ditandatangani pada Desember 2026.

Jika proses pembiayaan dari lembaga keuangan mengalami keterlambatan, pemerintah juga membuka kemungkinan dukungan pendanaan melalui Danantara agar proyek strategis ini tidak kembali tertunda.

Pengembangan Natuna D-Alpha Jadi PR Berikutnya

Selain proyek Masela, SKK Migas juga menyoroti pengembangan Lapangan Gas Natuna D-Alpha yang telah lama tertunda.

Saat ini operator proyek tersebut adalah KUFPEC, perusahaan hulu migas milik negara Kuwait, yang tengah mencari mitra strategis untuk mengembangkan lapangan gas tersebut.

Lapangan Natuna D-Alpha memiliki potensi cadangan gas terbesar di Indonesia, mencapai 165 triliun kaki kubik (TCF). Kandungan gas tersebut terdiri dari 72 persen CO₂ dan 28 persen metana, atau sekitar 46 TCF gas metana, yang diperkirakan empat kali lebih besar dari cadangan Masela.

Namun hingga kini proses negosiasi dengan calon mitra masih berlangsung karena perbedaan kesepakatan harga.

Djoko Siswanto berharap seluruh proses negosiasi dapat berjalan lancar sehingga proyek-proyek strategis migas nasional dapat segera terealisasi dan mendorong peningkatan produksi energi nasional.

“Mohon doa agar seluruh proses berjalan lancar sehingga proyek Masela dan pengembangan energi nasional dapat segera terwujud,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X