• Rabu, 21 Oktober 2026

Negosiasi LNG Blok Masela Mengerucut ke 5 Pembeli Global, Harga Hampir Disepakati

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:21 WIB
Negosiasi LNG Blok Masela Mengerucut ke 5 Pembeli Global, Harga Hampir Disepakati
Negosiasi LNG Blok Masela Mengerucut ke 5 Pembeli Global, Harga Hampir Disepakati

Jakarta, MAHATVA.ID – Kabar baik datang dari sektor energi nasional. Negosiasi lanjutan penjualan Liquefied Natural Gas (LNG) dari proyek Blok Masela kini memasuki tahap akhir setelah melalui proses seleksi panjang dari puluhan calon pembeli internasional.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa dari total 66 calon pembeli (buyer) LNG Masela, proses negosiasi kini telah mengerucut menjadi lima calon pembeli potensial yang tengah membahas kesepakatan harga final.

Proses negosiasi terakhir berlangsung di Singapura dan Tokyo, Jepang, dengan melibatkan tim teknis dari perusahaan pengelola proyek yaitu Inpex, Pertamina, dan Petronas, bersama para calon pembeli.

“Alhamdulillah, negosiasi lanjutan penjualan LNG Masela dari 66 calon buyer kini mengerucut menjadi 5 buyer yang sedang membahas key term bersama tim teknis,” ujar Djoko Siswanto.

Kelima calon pembeli potensial tersebut adalah:

  1. Osaka Gas (Jepang)
  2. Kyushu Electric (Jepang)
  3. Shell Trading
  4. bp Trading
  5. Chevron Trading

Dalam proses negosiasi tersebut, pihak penjual dan pembeli telah mengajukan proposal harga final LNG. Perbedaan harga yang ditawarkan kini sangat tipis, yakni sekitar ±0,2 persen dari harga minyak Brent.

Rata-rata penawaran harga LNG yang diajukan para pembeli berada di kisaran sekitar 12 persen dari harga Brent, sementara pihak penjual tetap mengusulkan harga di atas asumsi harga yang tercantum dalam Plan of Development (POD) proyek Masela.

Menurut Djoko, para pembeli internasional juga memberikan apresiasi karena untuk pertama kalinya Kepala SKK Migas memimpin langsung negosiasi bersama pimpinan Inpex, Pertamina, dan Presiden Direktur Petronas.

LNG Masela: 60 Persen Ekspor, 40 Persen Domestik

Dalam dokumen POD Masela, disebutkan bahwa 60 persen produksi LNG akan diekspor, sementara 40 persen dialokasikan untuk kebutuhan domestik.

Namun demikian, pemerintah memiliki posisi tawar yang kuat dalam negosiasi kali ini. Jika para pembeli internasional tidak menyepakati harga yang ditawarkan, seluruh LNG tersebut dapat diserap oleh pasar domestik melalui PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Langkah ini dinilai menjadi strategi penting dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

“Apabila buyer internasional tidak dapat menerima harga yang ditawarkan, seluruh LNG akan diserap untuk kebutuhan domestik melalui PGN,” jelas Djoko.

Target Penandatanganan Kontrak Mei 2026

SKK Migas menargetkan kesepakatan harga dapat tercapai paling lambat bulan depan. Setelah itu, penandatanganan Head of Agreement (HOA) atau Gas Sales Agreement (GSA) yang bersifat binding direncanakan dilakukan pada acara Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention pada Mei 2026, di hadapan Menteri ESDM dan Presiden Republik Indonesia.

Sebelumnya, pada acara IPA tahun lalu telah dilakukan penandatanganan HOA non-binding antara Inpex Masela dengan pembeli domestik seperti PLN, PGN, dan PT Pupuk Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X