• Kamis, 22 Oktober 2026

Trump Perintahkan Serangan ke Iran, Bersumpah Lanjutkan Perang hingga Ancaman Nuklir Lenyap

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 3 Maret 2026 | 08:33 WIB
Trump Perintahkan Serangan ke Iran, Bersumpah Lanjutkan Perang hingga Ancaman Nuklir Lenyap
Trump Perintahkan Serangan ke Iran, Bersumpah Lanjutkan Perang hingga Ancaman Nuklir Lenyap

MAHATVA.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin menegaskan bahwa dirinya secara langsung memerintahkan serangan militer terhadap Iran untuk menggagalkan program nuklir dan rudal balistik negara tersebut.

Trump juga bersumpah perang akan terus berlanjut selama diperlukan demi menghilangkan apa yang ia sebut sebagai ancaman serius bagi Amerika Serikat dan kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya di Ruang Timur Gedung Putih yang dikutip Reuters, Trump menyebut keputusan menyerang Iran diambil karena ancaman yang dinilainya sudah sangat dekat, meski tanpa memaparkan bukti konkret.

Serangan tersebut, menurut Trump, telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menenggelamkan kapal perang Iran, serta menghantam lebih dari 1.000 target militer hingga saat ini.

“Ini adalah kesempatan terbaik terakhir kita untuk menyerang dan melenyapkan ancaman yang tak tertahankan yang ditimbulkan oleh rezim yang sakit dan jahat ini,” ujar Trump.

Pernyataan ini menjadi komentar terpanjang Trump terkait konflik Iran, setelah sebelumnya hanya menyampaikan dua pesan video dan sejumlah wawancara singkat. Trump baru kembali ke Gedung Putih usai menghabiskan akhir pekan di Florida.

Operasi Lebih Cepat dari Jadwal

Trump, yang selama ini dikenal menentang keterlibatan panjang AS dalam perang luar negeri, mengatakan kampanye militer di Iran berjalan lebih cepat dari perkiraan awal. Ia menyebut operasi diproyeksikan berlangsung empat hingga lima minggu, meski tidak menutup kemungkinan durasi lebih lama.

“Kita memiliki militer terkuat dan paling ampuh di dunia. Kita sudah jauh lebih maju dari proyeksi. Berapa pun waktunya, tidak masalah. Apa pun yang diperlukan,” tegasnya.

Menurut Trump, tujuan utama perang ini adalah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir—klaim yang selama ini dibantah Teheran—serta melumpuhkan program rudal balistik jarak jauh Iran.

“Rezim Iran yang dipersenjatai rudal jarak jauh dan senjata nuklir akan menjadi ancaman yang tidak dapat ditoleransi, bukan hanya bagi Timur Tengah, tetapi juga bagi rakyat Amerika,” katanya.

Klaim Dipertanyakan Intelijen

Meski demikian, klaim Trump bahwa Iran hampir memiliki kemampuan rudal balistik yang dapat menyerang wilayah Amerika Serikat disebut tidak sepenuhnya didukung oleh laporan intelijen AS. Reuters sebelumnya melaporkan, mengutip tiga sumber, bahwa penilaian tersebut dinilai berlebihan.

Trump juga mengklaim pasukan AS telah menghancurkan 10 kapal Iran. “Mereka sekarang berada di dasar laut,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa operasi tempur skala besar masih terus berlangsung untuk melenyapkan apa yang ia sebut sebagai rezim teroris Iran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X