• Kamis, 22 Oktober 2026

Jelang Pengumuman Tender Waste to Energy Danantara, Ini 5 Emiten BEI yang Paling Berpeluang Menang Tahap Pertama

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 18 Februari 2026 | 21:05 WIB
Jelang Pengumuman Tender Waste to Energy Danantara, Ini 5 Emiten BEI yang Paling Berpeluang Menang Tahap Pertama
Jelang Pengumuman Tender Waste to Energy Danantara, Ini 5 Emiten BEI yang Paling Berpeluang Menang Tahap Pertama

Jakarta, MAHATVA.ID — Menjelang akhir Februari 2026, pasar mulai menanti pengumuman pemenang tender tahap pertama proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik yang digelar oleh . Proyek strategis nasional ini dinilai akan menjadi katalis penting bagi transformasi sektor energi sekaligus pengelolaan sampah perkotaan.

Sebanyak 24 perusahaan, mayoritas berasal dari luar negeri dan bergerak di bidang teknologi pengolahan sampah, telah lolos tahap seleksi awal. Sesuai ketentuan tender, seluruh peserta diwajibkan menggandeng mitra domestik, sehingga membuka peluang strategis bagi emiten yang telah memiliki eksposur pada rantai nilai WTE, baik sebagai pengembang proyek, kontraktor EPC, maupun penyedia material dan infrastruktur pendukung.

Lead of Waste-to-Energy BPI Danantara, Fadli Rahman, menegaskan bahwa konsorsium yang dibentuk diharapkan tidak hanya fokus pada proyek, tetapi juga mampu menghadirkan transfer teknologi kepada perusahaan lokal maupun pemerintah daerah.

“Tender ini menunjukkan bahwa Danantara memastikan tata kelola yang kuat sejak hulu, termasuk proses pemilihan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL yang transparan dan berbasis mitigasi risiko,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Pada tahap pertama, Danantara memprioritaskan pengembangan proyek WTE di empat kota, yakni Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta.

Dari 24 peserta yang lolos seleksi awal, terdapat lima emiten BEI yang dinilai paling potensial memenangkan tender tahap pertama, sekaligus telah lama menjadi perbincangan di kalangan pelaku pasar.


1. MHKI – Kuat di Hulu Rantai Nilai Sampah

PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) memiliki posisi unik dibanding pengembang PLTSa pada umumnya. Perseroan lebih dahulu membangun basis bisnis di sektor pengelolaan limbah, dengan operasi utama di Bantargebang, Bekasi, serta ekspansi ke Lamongan, Jawa Timur.

Meski belum mengoperasikan pembangkit listrik berbasis sampah, peran MHKI di sisi pengumpulan dan pengolahan awal limbah menjadi fondasi penting bagi keberhasilan proyek PSEL. Untuk memperkuat kapabilitas operasional, MHKI memperoleh dukungan pembiayaan sekitar Rp4,95 miliar dari .

Dengan arus kas yang relatif stabil, eksposur MHKI ke sektor WTE dinilai defensif dan bertahap. Jika terlibat dalam proyek Danantara, peran MHKI kemungkinan lebih sebagai mitra pengelola limbah dibanding pengembang utama pembangkit.


2. BIPI – Proyek WTE US$300 Juta Siap Masuk Tahap Akhir

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mulai tahun ini bersiap menjalankan proyek WTE dengan nilai investasi sekitar US$300–350 juta. Direktur Utama BIPI, Raymond Anthony Gerungan, menyebut proyek ini telah digarap lebih dari tiga tahun, meski sempat mengalami penyesuaian akibat perubahan kebijakan.

Saat ini, studi kelayakan dan skema pendanaan telah mendekati tahap final. Jika terealisasi, proyek WTE ini berpotensi menjadi katalis diversifikasi pendapatan BIPI di luar bisnis batu bara, sekaligus sejalan dengan agenda transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih bersih.


3. IMPC – Sinergi WTE dan Ekonomi Sirkular

PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) memasuki sektor WTE melalui anak usahanya, PT Sirkular Karya Indonesia (SKI). SKI telah menjalin kerja sama awal dengan untuk pengembangan proyek WTE di Bali.

Dalam kolaborasi ini, SKI fokus pada pendanaan dan dukungan investasi, sementara CCEPC bertindak sebagai EPC sekaligus operator O&M. Meski masih berada di tahap pra-konstruksi, proyek WTE dinilai dapat menjadi lini bisnis strategis bagi IMPC, melengkapi portofolio daur ulang dan ekonomi sirkular yang telah berjalan. Namun kontribusi laba diperkirakan baru terasa dalam jangka menengah hingga panjang.


4. OASA – Emiten WTE Paling Dekat ke Realisasi

PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) saat ini menjadi emiten yang paling dekat dengan tahap konstruksi proyek WTE. Perseroan telah menyiapkan dua proyek PSEL, yakni Jakarta Barat dan Tangerang Selatan, yang dirancang sebelum Danantara berdiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X